Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Jembatan Belum Ditutup, Sungai Lulut Sudah Macet

miminradar-Radar Banjarmasin • Kamis, 8 Agustus 2019 - 18:07 WIB

BANJARMASIN - Selasa (6/8) sore terjadi kemacetan di Jalan Sungai Lulut. Penyebabnya, Jembatan Sungai Gardu I ditutup lantaran sedang ada acara warga. Kemarin (7/8) sore, jalan milik provinsi itu kembali normal.

Salah satu pengendara, Ilham mengaku sempat terjebak kemacetan. Tiba-tiba saja ada penutupan jembatan. Dia kaget karena sebelumnya tak ada pemberitahuan.

"Tiba-tiba ditutup. Kebanyakan pengendara juga seperti itu (tidak tahu). Hari ini jalannya lancar saja," kata warga Sungai Lulut itu.

Pengendara lain adalah Nurul. Dia warga Martapura yang kebetulan melintas. Perempuan satu ini nyaris kecele. Dia sempat berhenti lantaran melihat pagar menghalangi jembatan. Menduga jembatan ditutup.

"Saya kebetulan sedang ada urusan di Banjarmasin. Biasanya memang lewat sini. Saya kira ditutup, ternyata tidak," tuturnya. Tanpa Polantas dan Dishub, praktis penutupan sementara itu menciptakan kemacetan parah.

Sebenarnya, di sana sudah dibangun jembatan alternatif. Tapi khusus untuk sepeda motor, bukan mobil. Lebarnya cuma empat meter yang dibagi menjadi dua ruas. Konstruksinya dibuat dari batangan galam. Lantainya dari papan biasa.

Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kalsel, Muhammad Yasin Toyib menegaskan, penutupan belum dilaksanakan. Karena hari ini (8/8) baru saja akan digelar rapat. Khusus membahas rekayasa lalu lintas selama pembangunan jembatan.

Tujuannya, mengurangi penumpukan kendaraan. Terutama pada jam-jam padat lalu lintas, pagi dan sore hari. "Rapatnya bareng Dinas Perhubungan Kalsel," ujarnya.

Sebenarnya PUPR sudah memikirkan beberapa jalur alternatif. Sebut saja Kompleks Gardu Mekar Indah yang tembus ke Jalan Pramuka. Atau mengakses Kompleks Rahayu. Jalur ini bisa digunakan bagi warga yang ingin menuju Sungai Tabuk. "Jalur-jalur ini bisa digunakan. Nanti akan ditangani Dishub," sebutnya.

Selain jalur-jalur yang disebut di atas, masih ada pilihan lainnya. Terutama bagi warga Sungai Gardu. Contoh Jalan Pembina. Jalur ini bahkan bisa tembus hingga wilayah Kabupaten Banjar.

Perlu diketahui, pekerjaan jembatan dimulai dengan pemasangan tiang pancang. Kemudian pondasi bawah. Ditarget rampung pada akhir tahun ini.

Soal kendala utilitas, Toyib menekankan sudah beres. Sebab, infrastruktur milik PDAM, PLN dan Telkom sebagian sudah dicopot. "Doakan saja, semoga pembangunan ini lancar. Agar bisa segera dinikmati masyarakat," ucapnya.

Pembangunan Jembatan Sungai Gardu I dan II masih satu paket dengan Jembatan Sungai Lulut. PUPR mematok pagu Rp19,5 miliar. Tapi setelah dilelang, diteken kontrak senilai Rp18,6 miliar.

Jembatan baru dibangun dengan beton. Bentang utamanya melengkung di atas sungai, hingga bisa dilewati moda transportasi sungai seperti jukung dan perahu kecil. Panjangnya mencapai 20,6 meter dengan lebar 10 meter. Dari segi keamanan, jembatan juga dilengkapi dengan pagar setinggi 1,5 meter. (nur/fud/ema)

Editor : miminradar-Radar Banjarmasin
#Jembatan SUngai Lulut