Program Kelas Inspirasi berlanjut. Hajatan tahunan buah kerja sama antara GMC+ dengan Pemko Banjarbaru melalui Dinas Pendidikan ini digelar lagi di tahun 2019. Di hari ketiga pelaksanaan, giliran SMPN 1 Banjarbaru, SMPN 5 Banjarbaru dan SMP Plus Citra Madinatul Ilmi Banjarbaru disambangi relawan pengajar.
========================================
MUHAMMAD RIFANI DAN SUTRISNO, Banjarbaru
========================================
PAGI Jumat (18/10) puluhan siswa SMPN 1 Banjarbaru kali ini berbeda. Jika kesehariannya biasanya masuk kelas dan belajar pada umumnya. Kali ini mereka dapat suntikan ilmu soal era digital.
Ya, pelajar ini diberikan materi oleh jajaran dari Telkomsel Banjarmasin. Jajaran salah satu provider terbesar di Indonesia ini datang langsung untuk berbagi ilmu dan motivasi.
Manajer Branch Telkomsel Banjarmasin, Teuku Dhani langsung didapuk sebagai relawan pengajar Kelas Inspirasi. Ia bersama jajaran menjelaskan soal bagaimana pelajar dapat memaksimalkan era digital dewasa ini.
Lantaran berhubungan dengan internet dan media sosial. Pelajar begitu antusias. Maklum internet sudah jadi bagian dari kehidupan generasi sekarang ini. "Ayo siapa yang senang bermain internet?," tanya Teuku di awal-awal membuka kelas Inspirasi. Pertanyaan Teuku direspons riuh para siswa.
Diceritakannya, era digital adalah sebuah kesempatan penting. Asal sebutnya jangan di salah gunakan. Apalagi mengarah ke hal-hal negatif dan tak bermanfaat. "Kita harus memanfaatkan dunia digital ke hal positif, bukan sebaliknya. Kalau sekarang yang jelas ayo maksimalkan dunia digital sebagai tambahan ilmu untuk kalian belajar sebagai pelajar," serunya.
Setelah menekankan agar bijak berinternet untuk kebutuhan pendidikan. Ia juga sempat bertanya soal peluang bisnis di era digital. Contoh Teuku adalah menjadi konten kreator digital. Baik sebagai seniman ataupun kata Teuku profesi yang menanjak sekarang; Youtuber.
"Tentu yang terpenting adalah sebagai wadah menggali wawasan dan ilmu. Nah hal lainnya, dunia digital membuka peluang kita untuk dunia bisnis modern, ini bisa diaplikasikan," semangat Teuku.
Lanjut Teuku, soal pengembangan soft skill siswa juga bisa diaplikasikan di era digital. Yang mana katanya, siswa dapat mengembangkannya sesuai passion atau minat mereka. "Segala sesuatu sudah tersedia di internet untuk menunjang soft skill kita. Jadi gunakan internet dengan maksimal dan yang terpenting harus bijak ya, jangan sampai malah dihabiskan untuk hal tidak bermanfaat," pesannya.
Di sela-sela mengajar. Pihak Telkomsel memberikan kurang lebih 10 voucher pulsa kepada siswa. Mereka diajak dalam gim berkonsep kuis. Sontak siswa berebut menjawab pertanyaan dari para relawan.
Menurut Teuku, rupanya ketika ia mengajar banyak siswa yang akhirnya sadar soal memanfaatkan dunia digital. "Intinya kan internet untuk mempermudah segala hal, bukan mempersulitnya," tutupnya.
Kelas inspirasi sendiri ditutup dengan foto bersama antara siswa, relawan pengajar serta perwakilan guru SMPN 1 Banjarbaru.
ALA KOKI: Mengenakan pakaian ala koki, Hotel Manager Zuri Express Banjarmasin, Krishna Wibowo berbagi motivasi dengan siswa SMPN 5 Banjarbaru dalam program kelas Inspirasi.
Kepala Sekolah SMPN 1 Banjarbaru, Undi Sukarya menyambut positif program Kelas Inspirasi ke sekolahnya. Menurutnya ini jadi terobosan dan ilmu baru bagi siswanya dalam pengembangan diri dan karakter.
"Ini jadi inspirasi juga untuk anak-anak bagaimana ke depannya. Apalagi tadi soal era digital, kita jangan sampai ketinggalan zaman namun harus tetap bisa menggunakannya dengan tepat. Dan tadi relawan dari Telkomsel telah memaparkan itu," kata Undi.
Iya pun berharap ke depannya program Kelas Inspirasi bisa terus berjalan dan mampir kembali ke sekolahnya. "Kita dari pihak sekolah tentu sangat mendukung dan akan menyambut kembali kegiatan positif ini," pungkasnya.
Sementara itu, di kelas Inspirasi lainnya, yakni di SMP Plus Citra Madinatul Ilmi Banjarbaru. Jajaran dari Aston Hotel Banua juga berbagi inspirasi dan motivasinya.
Dengan cara duduk bersila. General Manajer Aston Banua Hotel, Andri Kurniawan berbagi cerita hidupnya di hadapan puluhan anak-anak. Pelajar tampak seksama mendengarkan dan menyimak apa yang dibagikan oleh Andri.
Yang diceritakan Andri sendiri soal personalnya hingga ihwal bisnis perhotelan. Secara garis besar, ia memotivasi agar para pelajar jangan lekas menyerah meski pernah atau sering gagal.
"Kalau cepat menyerah maka kita akan susah mengejar cita-cita dan impian kita. Jadi yang penting adik-adik harus selalu semangat ya, termasuk sekarang ini, harus semangat menuntut ilmunya," katanya.
Andri juga memotivasi anak-anak untuk lebih mengenali diri sendiri. Salah satunya tegasnya adalah mengetahui kelebihan dan kekurangan diri masing-masing.
"Nah cari kelebihan kita itu apa, lalu kembangkan dan seriusi. Soal kekurangan, kita juga harus mengenalinya, sehingga tahu apa yang perlu dikembangkan diri kita," katanya.
Hal itulah kata Andri yang selalu coba diterapkannya hingga sekarang. Yang mana sebutnya jika ingin bergelut di dunia perhotelan harus dibarengi dengan Jiwa Internasional. "Ada yang tau apa itu Jiwa Internasional?," tanya Andri. Beberapa anak tampak coba menjawab, namun sebagian terlihat bingung.
KELAS INSPIRASI: Relawan pengajar dari Aston Banua Hotel berfoto bersama siswa SMP Plus Citra Madinatul Ilmu Banjarbaru dalam program Kelas Inspirasi.
Dijelaskannya Jiwa Internasional sangat penting. Sebab hotel tak lepas bersinggungan dari hal-hal yang bersifat internasional. "Salah satunya adalah berpikiran terbuka, jadi kita harus bisa welcome dengan orang luar, termasuk mengerti budaya mereka," katanya.
Yang tak kalah penting, penguasaan bahasa internasional terang Andri juga wajib. Beruntung, siswa siswi yang diajarnya rupanya tampak piawai berbahasa Inggris. "Kita akan beri hadiah berupa voucher berenang di Aston. Kalau ada yang bisa melafalkan berbicara dengan bahasa Inggris akan kita kasih," tantangnya.
Tak berlangsung lama, beberapa siswa merespons. Beberapa memberanikan diri maju. Benar saja, beberapa siswa memang piawai. Dengan lancar mereka berbicara dengan bahasa Inggris di hadapan Andri.
"Luar biasa, ini modal yang sangat penting kalau adik-adik fasih berbahasa Inggris. Selamat untuk yang dapat vouchernya ya, kita tunggu di Aston," tutupnya.
Sementara itu, Kelas Inspirasi di SMPN 5 Banjarbaru, Hotel Manajer Zuri Express Banjarmasin, Krishna Wibowo memberikan motivasi ke para siswa dan siswi dengan cara menceritakan perjuangan hidupnya hingga bisa menjadi pimpinan hotel.
Krishna menceritakan, sebelum bisa seperti sekarang banyak cobaan yang harus dilaluinya. "Saya sebenarnya sangat ingin masuk AKABRI, tapi ternyata gagal. Akhirnya, saat lulus SMA saya masuk kuliah jurusan perhotelan," katanya.
Lanjutnya, saat kuliah dirinya mendapatkan beasiswa dari semester 4 hingga lulus. Selain itu, dia juga lulus tes praktik kerja di salah satu hotel bintang lima di Singapura. "Selesai kuliah, hari ini wisuda besoknya saya langsung kerja di kapal pesiar," ujarnya.
Namun, walaupun menjadi lulusan berprestasi, peraih beasiswa dan lulus praktik kerja di Singapura Khrisna ternyata hanya jadi tukang cuci piring di kapal pesiar tersebut. "Selama enam bulan saya sebagai tukang cuci piring. Tugas itu saya jalani saja, karena saat itu saya yakin hal tersebut merupakan jalan yang saya pilih," ujar Krishna.
Dia menambahkan, usai menjadi tukang cuci piring, jabatannya kemudian naik menjadi helper. Namun, tugasnya masih jadi suruhan. "Saya disuruh membuang sampah dan memotong bahan masakan di dapur. Jujur saya sempat sedih, sebab orang tua membiayai kuliah mahal tapi dapat kerja jadi suruhan," tambahnya.
Beberapa tahun kemudian, dia memutuskan untuk bekerja di hotel. Tapi, lagi-lagi harus dijalaninya berawal dari tukang cuci piring. "Selama satu tahun saya jadi tukang cuci piring, tapi saya yakin kerja jujur dan ikhlas akan baik pada waktunya," kata Krishna.
Semenjak itu, dia mengaku selalu berpindah-pindah kerja dari hotel satu ke hotel lainnya. Hingga akhirnya jabatannya naik menjadi asisten koki di salah satu hotel di Bali. "Ketika itu, gaji saya sudah lumayan. Tapi saya belum puas dan ingin jadi pimpinan hotel," ujarnya.
Karena keinginannya untuk menjadi pimpinan hotel sangat kuat, Krishna lalu meninggalkan jabatannya menjadi asisten koki kemudian beralih bidang ke sales hotel. "Meski tidak punya dasar, saya nekat. Empat tahun menjalaninya, ternyata ada rezekinya saya jadi pimpinan hotel. Hal itu membuktikan kalau kita punya tekat dan niat Insya Allah bisa," ucap Krishna. (ram/ema)
Editor : berry-Beri Mardiansyah