BANJARBARU - Ketua TP PKK Kota Banjarbaru Hj Ririen Nadjmi Adhani, didampingi Kepala Dinas Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Kota Banjarbaru Muhammad Rustam, Kamis (24/10) tadi membuka pelatihan kain sasirangan dan sosialisasi dampak kesehatannya bagi para perajin.
Bertempat di Sekretariat Koperasi Mawar Cempaka Jaya, Kelurahan Cempaka, Kecamatan Cempaka Banjarbaru, kegiatan tersebut juga dihadiri Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Banjarbaru Rusmadi, Ketua TP PKK Kelurahan se-Kecamatan Cempaka dan peserta pelatihan.
Kepala Dinas Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Kota Banjarbaru Muhammad Rustam menyampaikan, saat ini Pemko Banjarbaru sedang giat-giatnya mempromosikan Food, Fashion dan Fun (3F).
"Di Cempaka ini semuanya ada, baik itu food, fashion ataupun fun. Dan hari ini (kemarin) kita melaksanakan pelatihan menyirang kain sasirangan dan sekaligus sosialisasi dampak kesehatannya bagi para perajin," katanya.
Dia mengungkapkan, sekarang para perajin masih banyak yang menggunakan bahan-bahan kimia dalam menyirang kain sasirangan, karena itulah menurutnya pelatihan sangat penting bagi para perajin agar memahami dan mengerti tentang bahayanya zat kimia yang dipakai. "Zat kimia sangat berbahaya bagi manusia dan lingkungan. Karena itu alangkah baiknya kita menggunakan pewarna alam yang ramah lingkungan," ujarnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Banjarbaru Hj Ririen Nadjmi Adhani menyampaikan bahwa kain sasirangan telah berkembang menjadi berbagai macam produk fashion. Dibarengi dengan semakin berkembangnya kreatifitas perajin dan para desainer. "Saat ini sasirangan telah memiliki berbagai macam motif. Dalam proses pembuatannya, tentu tidak lepas dari proses pewarnaan," ucapnya.
Namun, dia mengungkapkan, proses pewarnaan kain sasirangan yang di produksi di Kota Banjarbaru masih banyak menggunakan zat pewarna sintetis. Karena memang memiliki banyak keunggulan, seperti jenis warna beragam, ketersediaan terjamin, warna yang dihasilkan tajam, mudah diperoleh, murah, ekonomis, dan mudah digunakan.
"Padahal, zat pewarna sintetis sesungguhnya dapat menimbulkan masalah kesehatan dan lingkungan. Untuk itu, lebih baik menggunakan pewarna alami," pungkasnya. (ris/bin/ema)
Editor : miminradar-Radar Banjarmasin