Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Ada Berkah di Haul Abah Guru Sekumpul

berry-Beri Mardiansyah • 2020-02-29 10:08:46
SAMB: Dampingi Abah Guru Saat Terima Utusan Seoharto
SAMB: Dampingi Abah Guru Saat Terima Utusan Seoharto

Haul Abah Guru Sekumpul sangat fenomenal. Tiap tahun jemaah selalu membeludak. Kawasan Sekumpul kewalahan menampung jemaah. Kini, hampir seluruh fasilitas kota Martapura disiapkan untuk jemaah, termasuk sepanjang Jalan A Yani dari Bundaran Banjarbaru sampai Alun-Alun Ratu Zalecha Martapura. Ingin memahami lebih baik peristiwa besar ini, Radar Banjarmasin melakukan wawancara ekslusif dengan Bupati Banjar KH Khalilurrahman, Jumat (28/2) petang.

Menurut Guru, apa alasan orang datang ke acara haul?

Haul adalah tradisi kita, jemaah yang datang sangat yakin mendapat berkah. Guru Sekumpul ini adalah aulia atau wali Allah dengan maqom tertentu yang sudah dicapai. Intinya soal kepercayaan, seorang aulia yang telah mencapai derajat tertentu akan ada berkah yang diperoleh jemaah. Ini bagi yang percaya!

(Sehari-hari Bupati Banjar KH Khalilurrahman biasa disapa Guru, karena sebelum menjabat sebagai seorang Bupati dia sejatinya adalah seorang ulama kharismatik Martapura, dipercaya memimpin Ponpes Darussalam dan Nazdir Masjid Agung Al Karomah)

Kenapa jemaah terus bertambah?

Karena mereka yang telah datang ke haul sangat yakin dengan maqom Guru Sekumpul. Percaya dengan berkah. Kita lihat saja, dari pertama sampai ke-15, jumlah yang datang terus bertambah. Demikian juga kegiatan haul-haul di beberapa tempat di Indonesia, jemaah semakin banyak. Tapi yang paling besar memang Haul Guru Sekumpul.

Saya saja ketika hadir ke beberapa haul seperti di Solo sering tidak bisa masuk ke arena terdekat. Tapi, duduk di mana saja sama, asalkan ikut membaca dan mendengarkan seluruh rangkaian haul yang kita sampaikan kepada yang dihauli. Beberapa kali saya ikut duduk di jalan. Bahkan Habib Lutfi juga pernah duduk di jalan karena tidak kebagian tempat.

Bisa juga karena lagi tren dengan wisata religi, sehingga makin banyak jemaah yang datang. Tapi semua yang menggerakkan adalah Allah SWT. Apa yang paling menarik dari haul? Padahal menurut akal kita lebih menyenangkan ke objek wisata? Semua karena Allah SWT yang mengerahkan tiap umat untuk hadir.

Apa pesan guru untuk para relawan?

Kita tuan rumah, mereka yang datang dari luar adalah tamu. Kita wajib menghormati yang datang. Semampu dan sebaik kita. Kadang kewalahan karena jumlahnya yang membeludak. Tapi, layani tamu dengan baik. Yakin jemaah itu tamu Guru Sekumpul.

Asal jemaah makin jauh, dahulu dari Kalsel, melebar lagi ke Kaltim dan Kalteng. Akhirnya sampai Kalbar. Terus meluas dari penjuru nusantara dan luar negeri.

Sekali lagi, sebagai tuan rumah yang baik kita harus menyambut jemaah dengan ramah.  Kewajiban Pemkab Banjar memfasilitasi dan menyukseskan kegiatan Haul Guru Sekumpul.

Kepada masyarakat Kabupaten Banjar, jangan tarik keuntungan dari jemaah. Memang geliat ekonomi tumbuh tapi jangan ambil untung berlebihan.

Harapan kepada jemaah?

Mohon jaga kebersihan Sekumpul, datang bersih dan pulang bersih. Bawa juga botol minuman untuk mengurangi sampah. Kami berusaha mencari inovasi mengurangi volume sampah yang katanya mencapai 750 ton tiap kegiatan. Mari kita jaga sama-sama kebersihan lingkungan Sekumpul.

Terakhir, kalau boleh Guru berbagi kenangan tentang Abah Guru Sekumpul?

Aku lama kenal dan berteman dengan Almarhum, sejak tinggal di Keraton. Jauh sebelum dikenal. Masa awal kehidupan sangat sulit dan penuh perjuangan berat. Saya tahu ayah almarhum mengambil jasa menggosok intan.  Tapi itulah hidup, berakit-rakit ke hulu bersenang-senang kemudian.

Ada momen menarik waktu utusan Presiden Soeharto mengunjungi beliau. Aku ikut duduk bersama almarhum. Kalau tidak salah namanya Ali Rais. Dia minta fatwa kepada Guru Sekumpul terkait rencana keberangkatan presiden ke Bosnia. Ke luar negeri mau meresmikan masjid. Waktu itu lagi gawat-gawatnya situasi keamanan di sana. Sampai Soeharto sendiri ragu-ragu berangkat.

Guru Sekumpul waktu ditanya boleh atau tidak berangkat ke Bosnia hanya diam. Sambil bergurau, malah menyodorkan pertanyaan kepada aku. ”Lil (Khalil, maksudnya) apa perasaanmu bila presiden ke Bosnia,” tanya guru. Aku jawab. ”Ulun kada ada yang dirasa juga guru, pian yang lebih tahu,” balasku.

Sampai akhir perbincangan, belum ada keputusan boleh atau tidak berangkat Presiden Soeharto ke Bosnia dari Guru Sekumpul. Waktu Ali Rais mau masuk mobil setelah pamit, Guru kembali memanggil. “Silakan berangkat ke Bosnia, asalkan tidurnya di Kroasia,” pesan almarhum.

Wah, ternyata Guru Sekumpul tahu juga dengan Kroasia dan Bosnia ujarku sambil tertawa. Padahal belum pernah ke sana. ”Tahu ai aku Bosnia dan Kroasia,” sahut Guru Sekumpul spontan menjawab sambil tersenyum. (mam)

Editor : berry-Beri Mardiansyah
#Feature Religi #haul guru sekumpul