BANJARMASIN - Halaman laboratorium Dinas Kesehatan Banjarmasin di Jalan Pramuka, kemarin (18/5) pagi, tampak ramai. Sebanyak 16 jurnalis yang biasa ngepos di Balai Kota menjalani rapid test.
Sebelum tes, para reporter dari media cetak, elektronik dan daring itu saling bertukar lelucon. Mereka percaya, gelak tawa bisa menurunkan stres. Ujung-ujungnya, meningkatkan daya imun tubuh.
"Senam dulu sebelum rapid test, biar rileks," canda Randy Pratama, reporter televisi di Banjarmasin.
Hasilnya, dari 16 jurnalis yang sampel darahnya diambil, satu orang dinyatakan reaktif. Selebihnya non reaktif.
Rapid test ini sebagai deteksi dini. Mengingat jurnalis menghadapi risiko tinggi tertular virus corona. Dalam pencarian berita, alih-alih bekerja dari rumah, mereka terus berkeluyuran.
"Seperti kata dokter, jangan sampai menjadi orang zalim. Kasihan keluarga di rumah atau kawan-kawan yang kerap ngumpul bareng. Tak ada salahnya mengikuti rapid test," beber M Syahbani, reporter surat kabar harian di Banjarmasin.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin, Machli Riyadi meminta yang reaktif agar tidak stres. Karena reaktif bukan positif.
Reaktif hanya tanda bahwa antibodi sedang bekerja. Untuk mengetahui positif atau negatif COVID-19, akan menjalani tes lanjutan dengan pengambilan sampel swab.
Tapi bukan berarti boleh bersantai. Yang reaktif wajib menjalani karantina mandiri, minimal selama 14 hari.
Bagi jurnalis yang non reaktif, Machli meminta mereka tetap waspada. "Kenakan masker saat liputan dan rajin-rajin mencuci tangan dengan sabun," pesan Juru Bicara Gugus Tugas P2 COVID-19 Banjarmasin tersebut.
___
Hakim Pengadilan Di-rapid Test
Pada waktu bersamaan, Pengadilan Negeri Banjarmasin juga menggelar rapid test untuk hakim.
"Kurang lebih seratus pegawai, termasuk hakim. Screening awal, apakah pegawai di lingkungan PNS dalam kondisi sehat. Aman dari paparan virus corona," kata Juru Bicara PN Banjarmasin, Aris Bawono Langgeng.
Sebagai kantor pelayanan masyarakat, deteksi dini ini penting. PN menggandeng Dinas Kesehatan Kalsel untuk pemeriksaan tersebut.
"Tentu kami berharap semuanya baik-baik saja," ujarnya mewakili Ketua PN Banjarmasin, Sutarjo. (war/lan/fud/ema)
Editor : miminradar-Radar Banjarmasin