Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

#SAVENAKES Garda Terdepan Kota Idaman

miminradar-Radar Banjarmasin • 2020-07-21 10:10:42
SEMANGAT: Dua orang tenaga kesehatan (Nakes) RSD Idaman mengenakan alat pelindung diri lengkap. Sebagai sebagai garda terdepan dalam penanganan Covid-19. | Foto: RSD Idaman for Radar Banjarmasin
SEMANGAT: Dua orang tenaga kesehatan (Nakes) RSD Idaman mengenakan alat pelindung diri lengkap. Sebagai sebagai garda terdepan dalam penanganan Covid-19. | Foto: RSD Idaman for Radar Banjarmasin

HASHTAG #savenakes #savetenagamedis makin viral. Ribuan foto dan video tentang kepedulian Tenaga Kesehatan terhadap penanganan pandemi Covid-19 diposting di Instagram dengan dua tagar atau hashtag tersebut.

Memang di kala pandemi Covid-19 saat ini, Tenaga Kesehatan terutama Tenaga Medis merupakan garda terdepan. Tak sedikit yang gugur dalam perang melawan Wabah Corona. Di Kota Banjarbaru misalnya, sudah ada 37 orang Nakes yang terkonfirmasi positif Covid-19. Enam orang diantaranya adalah tenaga medis.

Saat ini, jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) Bidang Kesehatan di Kota Banjarbaru sebanyak 1790 orang. Tenaga medis 124 orang seperti dokter, dokter spesialis, dokter gigi dan dokter gigi spesialis. Kemudian sisanya non medis seperti keperawatan, kebidanan dan lainnya.

Mereka inilah yang sejauh ini menjadi garda terdepan penanganan Covid-19 di Kota Idaman terutama yang bekerja di Rumah Sakit Daerah Idaman (RSDI) Banjarbaru dan di semua Puskesmas.

Juru Bicara GTPP Covid-19 Banjarbaru, Rizana Mirza mengungkapkan, Nakes di RSDI Banjarbaru langsung menangani pasien Covid-19. Sementara Nakes di Puskesmas menangani pengumpulan data, tracking dan tracing kasus-kasus Covid-19. Tentunya perlindungan Nakes harus menjadi prioritas.

Melalui Pimpinan Puskesmas kata Rizana Mirza yang juga selaku Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, diinstruksikan untuk disiplin menjalankan protokol kesehatan di tempat Pelayanan Kesehatan (Yankes).

“Perlu adanya pengaturan ruang tunggu pasien dan ruangan penanganan kesehatan terhadap pasien dengan memperhatikan jarak dan alat pelindung (sekat pelindung transparan),” ujarnya.

Seperti instruksi Walikota Banjarbaru H Nadjmi Adhani yang juga selaku Ketua GTPP Covid-19 Banjarbaru, Nakes diberikan suplemen vitamin, madu, susu dan sebagainya untuk menjaga stamina daya tahan tubuh selama bertugas.

Hingga saat ini sudah ada 37 orang Nakes yang terkonfirmasi positif Covid-19. Kabar gembiranya, sebagian besar Nakes dan juga termasuk tenaga medis yang terpapar sudah sembuh dan bisa kembali berkumpul dengan keluarga mereka.

“Sebelumnya mereka kita karantinakan di karantina khusus Nakes di Karantina Bapelkes. Namun ada juga yang Karantina Mandiri di tempatnya masing-masing. Namun kita selalu memantau perkembangan atau kesembuhan Nakes kita,” ucapnya.

Seperti halnya Rumah Sakit, Dinkes Kota Banjarbaru juga sudah merekrut 30 orang volunteer untuk membantu surveilans di 10 Puskesmas Kota Banjarbaru. Tugasnya membantu Nakes dalam pendataan, tracking dan tracing kasus Covid-19. (mat/bin/ema)

Editor : miminradar-Radar Banjarmasin
#Banua Covid-19 Corona