BANJARMASIN - Darmawan Jaya Setiawan bersama Martinus menatap Pilwali Banjarbaru dengan usungan dua parpol, PAN dan Nasdem. Menariknya, PAN rupanya masih belum mengeluarkan sikap resmi partai.
Hal ini cukup rawan bagi pasangan Martinus- Jaya. Pasalnya, sewaktu-waktu PAN bisa menarik dukungan. Apalagi, parpol yang menjadi "deal" mereka, Golkar, telah menarik diri dari Jaya, dan memilih mengusung kader sendiri.
PAN dan Golkar memang tengah mesra-mesranya di Kalsel. Mereka menjalin koalisi bersama di hampir semua Pilkada di kabupaten dan kota. Hal ini tidak lepas dari adanya koalisi Pilgub yang mengusung Ketua DPD I Golkar Kalsel Sahbirin Noor dan Ketua DPW PAN, Muhidin sebagai gubernur dan wakil.
Ketua DPW PAN Kalsel Muhidin mengatakan dia akan segera mengambil keputusan untuk Pilkada Banjarbaru hanya setelah Golkar menentukan pilihan. “Kami menunggu Golkar dulu,” ujar Muhidin.
Di sisi lain, DPD Partai Golkar Kalsel kemarin menggelar rapat internal secara tertutup. Dari sumber koran ini, rapat membahas calon yang akan diusung di Pilwali Banjarbaru. Golkar kabarnya memilih Gusti Iskandar Sukma Alamsyah berpasangan dengan AR Iwansyah sebagai walikota dan wakil. Keduanya adalah kader Golkar.
Kursi Golkar di DPRD Banjarbaru memang belum memenuhi syarat minimal. Mereka hanya memiliki lima kursi. Kabarnya kekurangan satu kursi lagi akan ditambah dari kursi PKB yang memiliki tiga kursi di DPRD Banjarbaru.
Saat dikonfirmasi, Wakil Ketua DPC PKB Banjarbaru Tarmidi tidak menampik kabar tersebut. Namun, dia meminta agar tetap menunggu pengumuman resminya. "Nanti saya kabari. Kita tunggu saja ya," singkatnya.
Selain PKB, PKS juga bakal merapat ke Golkar. Ketua DPD PKS Banjarbaru M Irsan Finazli membenarkan kabar itu.. "Iya, Insya Allah jika tidak ada perubahan," ujarnya.
Dengan terbentuknya koalisi Golkar-PKB-PKS, maka hanya tersisa Demokrat dan PDI Perjuangan yang bisa diajak Martinus-Jaya untuk berkoalisi, jika memang PAN meninggalkan mereka. Sebab, dua partai lain: Gerindra dan PPP sudah menyatakan dukungan mereka ke Aditya Mufti Ariffin - Syahriani Syahran.
Sayangnya, PDI Perjuangan juga ternyata kemungkinan akan merapat ke Aditya-Syahriani. Kabar itu pun tidak ditampik Ketua DPC PDIP Kota Banjarbaru, Wartono. "Bisa jadi," singkatnya.
Kalau itu memang benar, peluang Martinus-Jaya tentu semakin tipis apabila PAN meninggalkan mereka. Sebab, Nasdem partai pengusung mereka hanya punya modal 4 kursi. Masih kurang dua kursi untuk melenggang ke Pilwali Banjarbaru.
Sementara parpol lain sudah terbagi ke dua pasangan pesaing mereka. Hanya Demokrat yang belum menentukan sikap. Mereka pun cuma memiliki satu kursi. "Demokrat Sementara belum ada kesimpulan Mas," ujar Ketua DPC Demokrat Banjarbaru, Sumedi saat ditanya ihwal arah dukungan mereka. (mof/ris/ran/ema)
Editor : miminradar-Radar Banjarmasin