BARABAI- Persaingan berebut partai koalisi di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) mulai memanas. Santer dikabarkan partai koalisi pasangan Saban-Abdillah (Sabil) pecah. Disebut-sebut, PPP sedang dirayu Berry Nahdian Forqan untuk membelot dan mengusung dirinya maju di Pilkada HST 2020.
Informasi ini ternyata sudah sampai di telinga Saban Effendi. Menurutnya hal itu tak berpengaruh terhadap kekuatan koalisi. “Kalau hanya isu dan belum terjadi, apa yang mau ditanggapi,” ujarnya, Rabu (2/9).
Walaupun nanti, lanjut Saban, PPP keluar koalisi, pasangan Sabil tetap bisa mendaftar ke KPU. “Saya tidak mau ambil pusing. Kita sekarang punya 22 kursi. Kalau PPP keluar, sisa 19 kursi. Ini sudah cukup,” tambahnya.
Bahkan, Saban menyambut baik jika nanti muncul poros baru dari jalur parpol. Menurutnya, pemilihan kepala daerah akan lebih ramai. Karena masyarakat memiliki banyak pilihan. “Bagus, supaya ada persaingan,” tukasnya.
Sementara itu, Ketua PPP HST, Jainuddin belum bisa bicara banyak terkait isu panas ini. Menurutnya, siapa saja yang maju pilkada dan menjalin komunikasi dengan partai, itu hal biasa.
“PPPdidekati, itu sah-sah saja dan hak calon. Sekarang saya tetap berpegang dengan SK mengusung Saban-Abdillah yang telah diterbitkan DPP PPP,” ujarnya.
Lalu apakah peluang PPP beralih dukungan bisa saja terjadi? “Kalau masalah itu, kita menunggu saja,” jawabnya singkat.
Apa yang terjadi jika PPP HST benar-benar membelot dan mengusung Berry dari PDIP? Tentu, Wakil Bupati HST ini akan memiliki perahu. Dia akan diusung tiga partai, PDIP (2 kursi), PPP (3 kursi), PKPI (1 kursi) Jadi ada 6 kursi. Jumlah ini sudah cukup untuk membentuk koalisi baru. (mal/ema)
Editor : miminradar-Radar Banjarmasin