Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Scuba Tak Ampuh, Masker Kain Boleh tapi Harus Tambah Tisu

miminradar-Radar Banjarmasin • 2020-09-23 10:25:56
DIPASANGKAN: Petugas memasangkan masker kepada pengendara di Jalan Ahmad Yani  kilometer 6. Foto diambil selama penerapan PSBB  di Banjarmasin. | Foto: Maulana/Radar Banjarmasin
DIPASANGKAN: Petugas memasangkan masker kepada pengendara di Jalan Ahmad Yani kilometer 6. Foto diambil selama penerapan PSBB di Banjarmasin. | Foto: Maulana/Radar Banjarmasin

BANJARMASIN - Masker jenis scuba dan buff ramai dibincangkan terutama di media sosial. Keduanya disebut tak ampuh dalam menangkal droplet virus corona.

Opini itu dibenarkan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Kalsel, dr Mohammad Rudiansyah. Bahkan, jauh sebelum diributkan, ia sudah mengulasnya di akun medsos pribadinya.

Ternyata, daya tangkal masker scuba dan buff terhadap virus hanya 5 persen. Padahal, keduanya banyak dijual di pinggiran jalan dengan harga murah.

Artinya, kedua masker ini bisa menjadi ilusi. Masyarakat merasa aman dari penularan COVID-19, sebenarnya tidak. Hanya gara-gara mengenakan masker yang salah.

Lalu, apa yang sebaiknya dipakai masyarakat? Pertama, ada masker N95. Menurut Rudi, masker ini rapat sekali. Sulit ditembus kuman dan virus.

"Tapi sebaiknya tidak digunakan masyarakat. Kecuali memang ada keluarga dekat yang terinfeksi. Penggunaannya juga susah. Karena tertutup, sehingga bernapas pun sulit," jelasnya.

Kedua, paling familiar, yakni masker bedah. Masker ini punya tiga lapisan: luar, tengah dan dalam.

Lapisan luar untuk menahan cairan, seperti air dan darah. Lapisan tengah untuk menyaring mikroorganisme. Dan lapisan dalam untuk menyerap keringat. "Dipakai tenaga kesehatan. Fungsinya agar tidak menularkan atau tertular," ulasnya.

Ketiga, masker spon yang cuma mampu menahan virus dalam jarak agak jauh. Terakhir, masker kain biasa. Rudi merekomendasikannya, asalkan minimal punya dua lapis.

"Di dalamnya bisa ditambahi tisu. Mungkin tak 100 persen mengurangi risiko penularan. Tapi dari beberapa penelitisan, bisa sampai 70 persen," bebernya. (fud/ema)

Editor : miminradar-Radar Banjarmasin
#Banua Covid-19 Corona