Meski puluhan pegawainya terinfeksi virus corona, namun Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Banjarbaru hingga kini masih mampu memeriksa spesimen Covid-19.
-----
"Sampai kemarin (2/12) hasil laboratorium masih dikeluarkan oleh BBTKLPP," kata Juru Bicara (Jubir) Satgas Covid-19 Kalsel, M Muslim, kemarin.
Walaupun nantinya BBTKLPP Banjarbaru tidak dapat menerima spesimen Covid-19, menurutnya hal itu tidak akan mengganggu testing di Banua. "Karena saat ini spesimen terbagi di berbagai lab PCR di Kalsel. Jadi kita tidak hanya bertumpu di BBTKLPP," ujarnya.
Dia mengungkapkan, saat ini laboratorium PCR di Kalsel sudah tersebar di sejumlah daerah. Selain di BBTKLPP Banjarbaru, juga di RSUD Anshari Saleh, RSUD Ulin Banjarmasin, Litbangkes, RSUD Boejasin Pelaihari dan RS Bhayangkara. "Rumah sakit di Amuntai dan Tapin juga ada," ungkapnya.
Tes swab di Kalsel sendiri kata Muslim masih gencar dilakukan, setiap hari ada 700 lebih sampel yang dikirim ke seluruh laboratorium Covid-19.
Sementara itu, Satgas Covid-19 Kalsel kini tengah mencari cara untuk menekan kasus virus corona di Banua yang kembali meninggi. Khususnya di Kota Banjarbaru yang melonjak signifikan.
Plt Kepala Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel Mujiat menyampaikan, hari ini (4/12) mereka bakal menggelar rapat dengan pihak terkait untuk mengkoordinasikan cara menangani kasus Covid-19.
"Kita akan mencari jurus atau cara-cara baru. Karena mungkin kemarin-kemarin kita sedikit santai, sehingga ada kenaikan kasus," ucapnya.
Di sisi lain, melonjaknya kasus Covid-19 di Banjarbaru, membuat pemerintah Kota Banjarbaru memutuskan untuk menangguhkan seluruh izin rekomendasi kegiatan yang sifatnya mengumpulkan banyak orang.
Pjs Wali Kota Banjarbaru, Bernhard E Rondonuwu menyatakan, pihaknya telah melakukan pertimbangan atas keputusan ini. Diakuinya bahwa pemerintah harus memilih aspek kesehatan masyarakat sebagai prioritas yang didahulukan.
"Sebenarnya kita tidak enak hati dengan masyarakat yang sudah mengajukan rekomendasi kegiatan. Namun kita memilih untuk mendahulukan keamanan kesehatan dari 200 ribu masyarakat Banjarbaru," tegas Ketua Satgas Covid-19 Banjarbaru ini.
Artinya tanpa adanya surat izin rekomendasi yang dikeluarkan Satgas Covid-19, masyarakat di Banjarbaru tak lagi bisa menyelenggarakan kegiatan dengan mengumpulkan banyak orang. Contohnya, menggelar resepsi perkawinan.
Termasuk pula bagi para pelaku usaha yang akan membuka kembali tempat usaha mereka, seperti cafe dan tempat hiburan.
Lantas, bagaimana dengan surat izin rekomendasi yang telah dikeluarkan November lalu, namum pelaksanaan acara digelar di bulan Desember ini?
Koordinator Sekretariat Satgas Covid-19 Banjarbaru Zaini Syahranie, menyatakan kegiatan tetap boleh dilaksanakan. Namun, ditegaskannya tetap akan mendapatkan pengawasan ketat dari personel satgas.
"Bagi masyarakat yang sudah mendapatkan izin rekomendasi dari kami, tetap dipersilakan menggelar kegiatan. Namun saya meminta agar protokol kesehatan harus benar-benar diterapkan. Untuk memastikan itu, personil kami melakukan monitoring saat hari pelaksanaan kegiatan," ujar Zaini.
Dia menerangkan bahwa penangguhan seluruh surat izin rekomendasi ini terus berlaku seiring dengan lajunya kurva angka kasus Covid-19 di Banjarbaru. Bahkan, Zaini memprediksi kebijakan ini tetap akan diterapakan hingga 2021 mendatang.
"Melihat tren kenaikan angka kasus Covid-19 di Banjarbaru, apalagi menjelang momen libur panjang akhir tahun. Sangat mungkin jika surat izin rekomendasi tidak dikeluarkan sampai 30 Desember nanti. Tapi kami dari Satgas Covid-19 tetap membuka ruang bagi masyarkat, untuk konsultasi ke kantor sekretariat satgas," lugasnya.
Kasus Covid-19 di Banjarbaru sendiri mengalami tren kenaikan sejak dua pekan terakhir. Penambahan kasus terkonfirmasi dengan belasan hingga puluhan kasus membuat Kota Idaman kembali masuk dalam zona merah.
Kemarin (3/12) misalnya, kasus Covid-19 di Banjarbaru kembali bertambah. Tercatat ada penambahan 6 kasus. Tambahan itu membuat jumlah kasus Covid-19 di Kota Idaman ini menjadi 1.361. Dengan rincian 62 yang meninggal dunia, 1.174 sembuh dan 6 orang masih dirawat.
Sedangkan, angka kasus baru Covid-19 di Kalsel, bertambah 57 orang. Penambahan tersebut membuat total kasus virus corona mencapai 13.342 orang. Dengan rincian 537 orang yang meninggal dunia, 12.133 sembuh dan 672 orang masih dirawat. (ris/ran/ema)
Editor : miminradar-Radar Banjarmasin