Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Ada TNI, Polri, Dishub, dan Satpol PP, Tapi Pengunjung Jembatan Bromo Tetap Tak Gentar

izak-Indra Zakaria • Senin, 11 Januari 2021 - 21:49 WIB
MAU LEWAT: Pengendara yang datang dari Pulau Bromo menyibak kerumunan pengunjung. Foto diambil  (10/1) sore. | FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN
MAU LEWAT: Pengendara yang datang dari Pulau Bromo menyibak kerumunan pengunjung. Foto diambil (10/1) sore. | FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN

BANJARMASIN - Terus diserbu pelancong, Jembatan Antasan Bromo dijaga ketat aparat gabungan. Kawasan ekowisata itu dijaga sejak pagi sampai tengah malam.

Hanya penduduk Pulau Bromo dan warga sekitar yang boleh melintas. Namun, bukan berarti antusiasme pengunjung surut.

Pantauan Radar Banjarmasin (10/1), imbauan petugas di pintu masuk kerap dicueki. Pengendara terus saja menuju jembatan, bukan malah berbalik arah.

Dinyatakan wali kota ditutup sejak 4 Januari lalu sampai Maret nanti, kawasan itu bahkan sudah dipagar seng.

Miris, malah banyak pengunjung yang duduk-duduk di sekitar jembatan. Hanya berjarak tiga meter dari pos penjagaan petugas.

"Enggak apa-apa tak bisa naik ke atas jembatan, yang penting sudah kemari," kata M Ridwansyah, warga Kota Banjarbaru.

Senada dengan Jamilah, warga Kabupaten Barito Kuala. Sebenarnya ia sudah mengetahui penutupan jembatan itu, tapi ia nekat karena rasa penasaran.

"Yang penting kan saya menjaga jarak dan memakai masker," kilah Jamilah.

Bayangkan, pengunjung tak gentar. Padahal mereka menghadapi Satpol PP, Dinas Perhubungan, Polri dan TNI.

Mengomentari fenomena ini, Bhabinkamtibnas Kelurahan Mantuil, Aiptu Dharma Suryadi mengakui banyak pengunjung yang bebal.

"Kami sudah sebisanya mengimbau pengunjung agar segera pulang. Tapi namanya pengunjung, tetap saja mereka berdatangan," keluhnya.

Pelancong tak hanya datang dengan sepeda motor, tapi juga mobil. Padahal, ruas jalan di situ sempit. Arus lalu lintas pun padat merayap.

Segelintir oknum warga pun memanfaatkan keadaan ini untuk menarik uang parkir.

Padahal, Kepala UPTD Parkir Dishub Banjarmasin, Hendra menegaskan belum ada penerbitan izin parkir di sana. Apalagi, wali kota sudah menetapkan jembatan ditutup.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Tim pengelola Kawasan Ekowisata Jembatan Antasan Bromo, Doyo Pudjadi menegaskan tak ada penarikan retribusi parkir di situ.

Bila mobil dan motor terus menumpuk, Doyo berdalih, sedang ada warga yang menggelar hajatan. "Ada kerabat dan sebagainya yang berdatangan. Kami tak bisa menegur," tukasnya.

Doyo juga mengklaim, penjagaan sudah efektif. "Hampir 90 persen pengunjung yang kami suruh putar balik," pungkasnya. (war/fud/ema)

Editor : izak-Indra Zakaria
#Pulau Bromo