PELAIHARI – Posko pengungsian RT 04/05 Desa Panggung Baru setiap harinya masih jadi tempat berkumpul warga. Siang hari memang hanya terlihat beberapa warga bertahan. Namun Ketika malam, tempat ini menjadi ramai. Warga memilih tidur di posko dan rumah RT 04 Muhammad Fadli.
“Jika siang, sebagian warga masih bisa bekerja, ada yang menurih, ke kebun. Tapi untuk sawah saat ini banyak yang rusak tertimbun longsor,” ujar Ajidinnor, tokoh masyarakat setempat kepada Radar Banjarmasin, Senin (9/2).
Sebagai orang lama tinggal di kampung ini, Ajidin bercerita di tahun 1982 pernah terjadi tanah pecah dan tahantak (ambles) di Gunung Keramaian. Tetapi tidak separah yang terjadi tahun ini.
Bagi masyarakat sekitarnya, Gunung Keramaian memang menjadi sumber penghidupan. Tanaman buah-buahan tumbuh subur di sini, yang terkenal ada durian, langsat, tiwadak, karet hingga kopi. Saat longsor terjadi, banyak pohon durian yang sudah turun temurun dimiliki warga roboh.
Berada dalam ketidakpastian situasi ini, warga yang terdampak longsor di Desa Panggung Baru ini pun masih memerlukan uluran bantuan. Seperti Senin (9/2) kemarin tiba bantuan dari ACT berupa beras 76 sak isi 5 kg, air minum kemasan 6 dus, sabun mandi 3 dus, sampo 4 dus dan sabun cuci 1 dus.
“Hari ini kami distribusi di Panggung Baru, Tungkaran dan Tebing Siring,” ujar Fuad Amin, Komandan Posko ACT Unit Pelaihari Kota.
Tak lama kemudian datang lagi antaran nasi sebanyak 200 bungkus dari Dapur Umum Angsau. “Alhamdulillah beberapa hari ini ada pasokan dari Dapur Umum Angsau,” ujar Ketua RT 05 Ahmad Rijalul Fahmi menambahkan. (bin)
Editor : miminradar-Radar Banjarmasin