Permasalahan kemacetan yang terjadi di jalan negara ruas Handil Bakti – Marabahan – Margasari mendapat tanggapan serius dari Pemerintah Provinsi Kalsel.
---
Usai menerima laporan dari Bupati Barito Kuala (Batola) Hj Noormiliyani AS, Pj Gubernur Safrizal langsung melakukan peninjauan ke titik lokasi kemacetan di Desa Gampa Asahi, Kecamatan Rantau Badauh, Batola, Jumat (19/3) sore.
Kehadiran Safrizal sekaligus menyikapi informasi akibat getaran dari angkutan berat yang lalu lalang yang berdampak terjadinya keretakan dan kerusakan terhadap sebagian rumah penduduk.
Sebelum itu, Pj Gubernur Safrizal dan jajaran terkait juga memantau keberadaan Jembatan Alalak 1 yang terdapat di Handil Bakti Kecamatan Alalak.
Ini dilakukan sehubungan adanya permintaan pihak DPRD Kalsel dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama SKPD terkait, seperti Balai Pengelola Jalan Nasional (BPJN), Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD), Dinas Perhubungan (Dishub) Kalsel, Dinas PU Kalsel, dan Asosiasi Angkutan Truk Logistik, Rabu (17/3).
Kehadiran Pj Gubernur di Desa Gampa Asahi disambut Wakil Bupati H Rahmadian Noor dan jajaran serta Camat Rantau Badauh Juliannor Fatahillah. Sebelum melakukan pertemuan, rombongan memantau keberadaan jalan yang mengalami kerusakan sekaligus menyaksikan kondisi lalu lintas angkutan yang melintasi kawasan setempat.
Camat Rantau Badauh Juliannor Fatahillah mengatakan, dari pembicaraan yang dilaksanakan di rumah penduduk diperoleh beberapa kesimpulan krusial dalam rangka menindaklanjuti laporan masyarakat.
Di antaranya, bagi rumah-rumah yang terdampak akibat getaran angkutan truk-truk berat yang melintas, seperti retak dinding beton dan lantai keramik serta plafon dipersilakan mengirim data pemilik rumah disertai foto-foto kepada kepala desa. "Data-data tersebut dikirim ke BPBD Provinsi Kalsel untuk diambil langkah penanganan selanjutnya," terang Juliannor.
Terhadap keberadaan Jalan Gampa Asahi dinyatakan selama menunggu perbaikan yang dimulai Juni 2021, maka perawatan rutin dilakukan pihak BPJN berupa pengurukan di titik-titik yang mengalami kerusakan. Dan pemeliharaan jalan yang sudah diuruk akan dikoordinasikan camat dengan pihak BPJN.
Menyangkut permintaan Pemkab Batola agar truk-truk yang melintas dilakukan pembatasan tonase dan pengaturan jam melintas akan menunggu surat keputusan dari pihak provinsi yang ditindaklanjuti oleh Dishub Provinsi Kalsel bersama Polda Kalsel dan Balai Transportasi Darat.
Sebelumnya, DPRD Provinsi Kalsel juga mengadakan Rapat Dengar Pendapat bersama pihak-pihak terkait seperti BPJN, BPTD, Dishub Kalsel, Dinas PU Kalsel, dan Asosiasi Angkutan Truk Logistik, Rabu (17/3).
Dari pembahasan yang dilaksanakan diperoleh poin-poin penting penyelesaian, di antaranya yang paling krusial terkait permintaan dibukanya jembatan Alalak 1 (lama) sebagai salah satu alternatif mengurai kemacetan di Handil Bakti.
Dalam pembahasan juga diungkapkan kondisi Jalan Cemara Ujung Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin akan dilakukan pengerjaan perbaikan dalam waktu segera dan lelangnya sudah dilaksanakan.
Sementara menyangkut jalan negara ruas Handil Bakti – Marabahan – Margasari, tepatnya di Desa Gampa Asahi, dalam kontrol BPJN Kalimantan dan apabila ada kerusakan akan ditutupi sementara dengan agregat.
“Berdasarkan keterangan pihak BPJN jalan itu segera ditingkatkan dan lelang proyek sudah selesai Februari lalu. Kita minta adanya percepatan proses kontrak, sehingga pengerjaan konstruksi permanen segera dilaksanakan,” tutur anggota DPRD Provinsi Kalsel Dapil Batola, H Hasanuddin Murad.
Selain itu, lanjutnya, pihak DPRD juga mendesak percepatan pengerjaan Jembatan Mataraman (Kabupaten Banjar) agar kepadatan lalu lintas di Jalan A Yani ke Hulu Sungai kembali normal, sehingga kepadatan jalan Handil Bakti – Marabahan – Margasari yang perbaikannya selesai akhir April 2021 bisa berkurang.
“Kami mengharapkan dukungan semua pihak agar apa yang menjadi keputusan ini segera bisa terwujud,” harap mantan bupati Batola 2 periode tersebut. (ris/by/ran)
Editor : miminradar-Radar Banjarmasin