Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Titian Antasan Bondan Diperbaiki, Bagai Mimpi yang Menjadi Kenyataan

miminradar-Radar Banjarmasin • 2021-06-16 12:47:09
AKSES UTAMA: Proyek senilai Rp2,8 miliar ini ditarget rampung pada bulan November mendatang. | FOTO: WAHYU RAMADHAN/ RADAR BANJARMASIN
AKSES UTAMA: Proyek senilai Rp2,8 miliar ini ditarget rampung pada bulan November mendatang. | FOTO: WAHYU RAMADHAN/ RADAR BANJARMASIN

Puluhan tahun menanti, akhirnya titian Antasan Bondan di Banjarmasin Selatan diperbaiki.

---

BANJARMASIN - Sudah sepekan perbaikan titian sepanjang 720 meter itu berjalan. Pembenahan dimulai dari daerah terujung, RT 16 Kelurahan Mantuil. Diteruskan sampai RT 17.

Pantauan Radar Banjarmasin kemarin (15/6), sejumlah pekerja proyek tampak mengebor batangan kayu ulin yang akan dijadikan sebagai pondasi.

Sementara yang lain menancapkan tiang-tiang dan memasang lantai titian. Semua konstruksinya dari kayu besi.

Kepala kontraktor, H Upi menjelaskan, pekerjaan ini setidaknya memerlukan waktu selama setengah tahun. Tapi ia yakin bisa merampungkannya dalam waktu lima bulan. "Target kami, dalam sehari bisa mengerjakan 10 meter," ujarnya.

Tak sekadar dibangun ulang, titian Antasan Bondan juga ditinggikan.

"Dari posisi bangunan awal, ditinggikan sekitar 20 senti. Agar tak mudah tergenang pas sungai pasang," jelasnya.

Titian itu memiliki lebar 1 meter 40 sentimeter. Pada sisi kanan dan kirinya, diberi pagar setinggi 80 sentimeter.

Selain itu, setiap 100 meter, ada ruas yang lebih lebar. Sekitar lima meter. "Untuk mempermudah pengendara motor ketika berselisih jalan atau pas ingin memutar balik," tukasnya.

Soal desain ini, sudah sesuai dengan permintaan masyarakat setempat. Sudah pula disetujui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Banjarmasin.

Ditanya kendala, pria 62 tahun itu menyebut faktor alam. Ketika sungai pasang, maka pekerjanya harus setengah menyelam.

Apalagi titian itu merupakan satu-satunya akses masyarakat. Alhasil, selama proyek berlangsung, titian tak bisa ditutup total. "Kalau dibongkar keseluruhan, warga tak bisa melintas," pungkasnya.

Sementara itu, warga RT 16, Anang tampak bergembira. "Sudah lama kami memimpikan ini," kata pria 50 tahun itu.

Senada dengan Ketua RT 17, Rahimah. Selama ini, ia dan warganya patungan untuk menambal titian. "Baru-baru ini seorang kawan menyisihkan sedikit uang untuk membeli papan. Kemudian kami pakai untuk menambal bagian titian yang berlubang," kisahnya.

Rahimah sudah tampak tak sabaran. "Pengerjaan di RT 16 kemungkinan memakan waktu dua bulan. Selesai di sana, baru ke RT kami," imbuhnya.

Harapan lain, warga juga meminta pemko memasangkan lampu-lampu penerangan. "Pada malam hari, kami hanya mengandalkan lampu-lampu dari teras rumah warga. Terangnya tak seberapa," tutupnya.

Sudah puluhan tahun titian reyot itu tak tersentuh pembangunan. Padahal, Antasan Bondan hanya berjarak 8,7 kilometer dari pusat pemerintahan.

Pondasinya sudah bergoyang. Papan-papannya banyak yang lepas. Seorang warga yang terjatuh dari titian tersebut sempat dirawat di rumah sakit dan akhirnya meninggal dunia.

Pulau Bromo Tunggu Tahun Depan

PROYEK di Jalan Antasan Bondan itu ditangani Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Banjarmasin.

Kepala Bidang Permukiman, Agus Heri Jayadi menyebutkan, anggaran yang dikucurkan mencapai Rp2,8 miliar. Dengan tenggat kontrak 16 November.

Ini termasuk bagian dari program penanganan permukiman kumuh dengan luasan kawasan di bawah 10 hektare.

"Wujudnya meliputi pembangunan, pemugaran, dan peremajaan permukiman," ujarnya di Balai Kota, kemarin (15/6).

Agus menambahkan, setelah konstruksi ulin titian rampung, lantainya akan dicor semen.

Selama proyek berlangsung, mau tak mau akses keluar masuk warga akan terganggu. Ia berharap masyarakat bersabar.

"Kami mohon dukungan warga agar pengerjaan bisa cepat selesai dan manfaatnya dirasakan semua. Demi kepentingan bersama," harapnya.

Lantas, bagaimana dengan nasib titian lainnya? Contoh di kawasan Pulau Bromo? Agus menjawab, kemungkinan bisa digarap pada tahun depan.

"Tahun ini, kami prioritaskan yang parah dulu. Bertahap, karena keadaan masih pandemi juga," jawabnya.

Apalagi, proyek di Pulau Bromo juga membutuhkan anggaran besar. "Kalau tak salah, titian di sana panjangnya satu kilometer," pungkas Agus. (war/fud/ema)

Editor : miminradar-Radar Banjarmasin
#Banua Infrastruktur #jembatan runtuh