Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Banjarmasin Rintis Infrastruktur Kendaraan Listrik, Dimulai dari Motor Pak Lurah

miminradar-Radar Banjarmasin • 2021-09-29 11:45:01
MOTOR BARU: Pengadaan 52 motor listrik untuk para lurah itu menyedot anggaran Rp1,79 miliar dari APBD Perubahan 2021. | FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN
MOTOR BARU: Pengadaan 52 motor listrik untuk para lurah itu menyedot anggaran Rp1,79 miliar dari APBD Perubahan 2021. | FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN

BANJARMASIN – Seluruh lurah di lima kecamatan di Kota Banjarmasin kebagian motor listrik. Kemarin (28/9) pagi, motor non bahan bakar fosil itu diserahkan secara simbolis oleh Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina di Balai Kota.

Ibnu menilai, selain untuk menunjang tugas sehari-hari ke-52 lurah tersebut, pengadaan motor listrik ini juga mendukung agenda pengurangan emisi karbon.

Sekaligus sosialisasi energi terbarukan. Dan bukti bahwa Banjarmasin adalah kota yang ramah lingkungan. “Menjaga keberlangsungan bumi kita,” ujarnya.

Tak cukup hanya dengan pengadaan motor listrik, pemko juga menjalin kerja sama dengan PT PLN. Dalam pembangunan stasiun pengecasan kendaraan listrik di lima kecamatan.

“Jadi masing-masing kecamatan itu nantinya dibangun SPLU (Stasiun Pengisian Listrik Umum). Lokasinya di halaman kantor kecamatan. Plus satu buah di Balai Kota," ungkapnya.

Dia mengklaim bahwa penggunaan motor listrik jauh lebih hemat dibandingkan motor berbahan bakar minyak.
Sebab, untuk mengisi ulang baterai motor sampai penuh hanya dibutuhkan waktu satu jam. Beban listrik yang terpakai juga hanya sebanyak dua kilowatt-jam (kWh).

“Satu jam itu kalau di stasiun. Tapi kalau nge-charge di rumah, perlu waktu hingga lima jam agar baterainya bisa penuh. Dalam keadan penuh, motor ini bisa dipakai untuk menempuh jarak hingga 200 kilometer," bebernya.

“Kemudian, kalau dirupiahkan, satu kWh itu memakan biaya Rp1.600 atau Rp1.700. Jadi hanya perlu biaya sekitar Rp3.200 untuk sekali charge sampai baterai full," tambahnya.

“Jadi sangat hemat sekali. Baik dalam hal biaya transportasi harian, bulanan, maupun tahunan menjadi murah. Tambahkan lagi dalam hal pembayaran pajak. Untuk mobil, pajaknya berkisar di atas Rp4 juta hingga Rp5 juta per tahun, sedangkan motor ini pajaknya hanya Rp700 ribu per tahun," tekannya.

Tidak hanya itu, Ibnu pum membeberkan sejumlah keunggulan motor listrik itu. Misalkan soal pengaturan kecepatan. Motor listrik ini hanya memiliki kecepatan maksimal di angka 40 hingga 60 kilometer per jam.

“Membuat lalu lintas menjadi tertib. Tak ada potensi ugal-ugalan di jalan. Karena kecepatan seperti itu tidak bisa dibawa kebut-kebutan. Jadi menyelamatkan jiwa manusia juga," jelasnya.

Perihal servis, lebih simpel karena tak mengenal istilah ganti oli. “Paling cuma oli di bagian pengereman saja. Kemudian tak bikin polusi," tutupnya.

Terpisah, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Bagian Umum Setdako Banjarmasin, Yusna Irawan menyampaikan bahwa pengadaan ini termasuk dalam program Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019. Yakni tentang percepatan pengadaan sepeda motor dan mobil listrik di lingkungan pemda.

Diperkuat dengan aturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. “Jadi pemko mengadakannya atas dukungan pemerintah pusat,” bebernya.

Ditegaskannya, pengadaan sepenuhnya melalui e-Katalog. Anggarannya mencapai Rp1,79 miliar, bersumber dari APBD Perubahan 2021.

Perihal pembangunan SPLU, Yusna menambahkan, wali kota sudah menjajaki komunikasi bersama PLN. “Mudah-mudahan bisa cepat dipasang," harapnya.

Di Indonesia saat ini sudah berdiri 7 ribu SPLU. Dan Banjarmasin bisa menjadi kota yang pertama untuk memiliki SPLU di Kalsel. “Yang jelas dibangun di tiap kecamatan. Tapi, bisa saja PLN berinisiatif membangun SPLU di tempat lain,” tutupnya. (war/fud/ema)

Editor : miminradar-Radar Banjarmasin
#Banua Infrastruktur