Tugu Obor Mabuun yang ada di persimpangan jalan raya trans Kalimatan di Tabalong bukan dirancang oleh insinyur atau ahli teknik. Perancangnya ternyata seorang budayawan bernama Yusni Anggraini Antemas.
“Budayawan Amuntai,” ujar Wakil Bupati Tabalong, H Mawardi. Dulu, Tabalong memang merupakan daerah pemekaran dari Kabupaten Hulu Sungai Utara. Sejarah tugu yang disebut sebagai Monumen Tanjung Puri ini pun menjadi ikon daerah Tabalong mulai tahun 1985 di masa kepemimpinan Bupati Tabalong Dandung Suchrowardi.
Ia menjelaskan, keberadaannya merupakan pertanda kejayaan perusahaan milik negara Pertamina di Bumi Saraba Kawa. Semburan api yang cukup besar pada bagian puncak tugu menjadi bukti kayanya potensi minyak dan gas di sana. Konon, api itu pun disebut-sebut sebagai api yang tak kunjung padam pada masanya. “Bahkan disebut api semangat warga Tabalong,” cetus H Mawardi.
Namun, dalam perjalanan waktu, gas alam dalam perut bumi Tabalong tidak mampu terus bertahan. Beberapa tahun ini, api tersebut pun padam Mawardi mengatakan meski api padam, warga tidak harus kehilangan semangat.“Harus terus semangat. Tidak boleh padam,” tegasnya.
Kini, api yang padam itu diganti dengan lampu pijar menyerupai api. Keindahan kobarannya memang tidak seindah dulu. Begitu pula dengan di sekitaran monumen yang telah dipugar. Ditambah dengan air mancur dan paduan lampu hias.
Meski banyak perombakkan, bentuk asli tetap dapat dirasakan. Yakni, mangkuk yang konon kisah yang didapatkan wartawan merupakan Sasanggan, wadah buah biasanya terbuat dari kuningan. Sasangan melambangkan kesejahteraan dan kecukupan hidup.