Setelah hampir dua tahun tutup karena pandemi Covid-19, Museum Lambung Mangkurat akhirnya kembali dibuka untuk umum dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel M Yusuf Effendi mengatakan, museum mulai dibuka pada Senin (31/1) tadi. “Pembukaan museum ini sudah mendapatkan persetujuan dari Satgas Covid-19 Kota Banjarbaru,” katanya.
Dia mengungkapkan, museum dibuka dengan protokol kesehatan yang ketat. Para pengunjung yang akan masuk diharuskan melakukan scan QR code melalui aplikasi PeduliLindungi.
“Kami bolehkan pengunjung masuk dengan menunjukkan QR code aplikasi PeduliLindungi, yang artinya mereka sudah melakukan vaksinasi,” ungkapnya.
Selain itu, Yusuf menjelaskan, jumlah pengunjung museum juga dibatasi hanya 50 persen dari kapasitas. Ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kerumunan. “Kita juga batasi jam pelayanan maksimal 4 jam. Yakni dari jam 9 pagi hingga jam 1 siang,” jelasnya.
“Mudah-mudahan ini (museum) dapat menjadi media bagi peserta didik untuk menambah dan memperluas wawasan terkait sejarah dan kebudayaan Kalsel,” harapnya. Sementara itu, Kasubbag TU Museum Lambung Mangkurat Taufik Akbar mengatakan, tiket harga masuk museum tetap seperti semula: Rp5 ribu untuk anak-anak dan Rp3 ribu bagi orang dewasa.
Sejak diresmikan ulang pada 10 Januari 1979, museum yang bernama awal Museum Borneo terletak di Banjarbaru ini juga sudah dilakukan sejumlah renovasi meliputi halaman depan, pagar, tempat parkir, pos jaga, taman, dan juga penerangan.