Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Minim Perhatian untuk Pendidikan, Banyak Daerah di Kalsel Tak Anggarkan Beasiswa

izak-Indra Zakaria • 2022-02-11 10:51:43
Ilustrasi siswa sekolah. | Foto: Jawapos
Ilustrasi siswa sekolah. | Foto: Jawapos

Pendidikan sepertinya bukan hal yang terlalu penting bagi Pemda di Kalimantan Selatan. Beasiswa yang menjadi hibah keuangan kepada siswa tidak mampu sangat jarang ditemukan dalam daftar perencanaan anggaran. Pemda rupanya menumpukan kewajiban ini kepada bantuan dari APBN pusat.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Anhar mengakui tidak mengalokasikan beasiswa pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2022. Pemda sendiri membawahkan lembaga pendidikan jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). 

“Sementara belum ada, Tapi di jenjang perguruan tinggi ada, untuk putra daerah yg lulus di fakultas kedokteran. Direncanakan tahun ini akan ada, namun masih dalam tahap kajian untuk mekanismenya,” ujarnya. Dia mengatakan nihilnya anggaran beasiswa dari Pemda karena sudah ada program Indonesia pintar (PIP) yang dibiayai oleh APBN Pusat. Beasiswa ini dibagi menjadi dua kategori dengan biaya yang berbeda. Ada yang dapat Rp 375.000 dan ada yang dapat Rp 750.000.

PIP ini dari jenjang SD dan SMP. Misalnya untuk jenjang SMP di tahun 2021 jumlah siswa penerima sebanyak 1.566 orang. Jumlah dana yang sudah dikucurkan sebanyak Rp 979.500.000. “Dana ini cair satu tahun sekali,” ujarnya.

Dinas Pendidikan Kabupaten Batola juga tidak menganggarkan beasiswa. Pemkab setempat beralasan akan merencanakan anggaran di APBD perubahan nanti. “Tahun ini belum dianggarkan untuk beasiswa, mungkin di perubahan nanti,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Batola Sumarji.

Begitu juga dengan Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Kasubbag Perencanaan Disdikbud HSS, Ervan mengatakan tidak ada beasiswa untuk pelajar jenjang SD sampai SMP karena keterbasan anggaran. Kabupaten Banjar juga setali tiga uang. “Tidak ada anggaran untuk beasiswa Mas,” singkat Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar Liana Penny saat dihubungi via WhatsApp. Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) masih lumayan berkomitmen. Mereka mengganti beasiswa bantuan tunai menjadi bantuan transportasi. Bentuknya sepeda bagi siswa tidak mampu.

“Program beasiswa transportasi sudah berjalan kurang lebih tujuh tahun. Jadi siswa yang terancam putus sekolah karena pindah jenjang dari SD ke SMP, karena faktor jarak, dibantu dengan alat transportasi sepeda,” kata Plt Disdikbud Kabupaten HSU Ahadi Ilhami. Jadi ancaman putus sekolah di HSU, lebih disebabkan jarak saat siswa pindah jenjang dari SD dan SMP,” jawabnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Tapin, Sufian Suri mengatakan Pemkab tidak menganggarkan beasiswa untuk siswa. Namun, hal itu karena adanya beasiswa rutin setiap tahun dari perusahaan.“Mencapai 500 juta setiap tahunnya. Diberikan kepada siswa semua jenjang. Baik itu TK, SD maupun SMP,” ucapnya.

Pemprov Siapkan Beasiswa Timur Tengah dan Kedokteran

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan tahun ini kembali menyiapkan anggaran untuk beberapa program beasiswa pendidikan. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, M Yusuf Effendi mengatakan, beasiswa yang disiapkan di antaranya, stimulan bagi pelajar atau mahasiswa yang menempuh pendidikan di Timur Tengah, serta beasiswa kuliah di kedokteran bagi siswa tidak mampu. “Tapi tahun ini program dan alokasi anggaran dua jenis beasiswa ini berada di Biro Kesra Setda, sesuai aturan yang baru,” katanya, kemarin.

Dia menyebut, beasiswa yang dikelola Disdikbud Kalsel saat ini hanya berupa peralatan sekolah dan Program Indonesia Pintar (PIP). Di mana anggarannya dari pemerintah pusat.

Secara terpisah, Plt Kepala Biro Kesra Sekdaprov Kalsel, Mustajab membenarkan jika program beasiswa stimulan pendidikan di Timur Tengah dan beasiswa kedokteran sekarang berada di tempat mereka.

Untuk stimulan pendidikan di Timur Tengah, dia menyebut, akan diberikan untuk pelajar atau mahasiswa dari Kalsel yang menempuh pendidikan di Timur Tengah jenjang sekolah menengah, diploma, sarjana, pasca sarjana dan program doktor.

Mustajab menyampaikan, total ada 20 pelajar atau mahasiswa yang mempunyai prestasi akademik yang akan menerimanya. “Masing-masing mendapatkan Rp25 juta,” ucapnya.

Bantuan itu ujar dia, diberikan satu kali selama masa pendidikan untuk keperluan biaya kuliah, biaya hidup, pembelian buku/kitab dan lain-lain. Mustajab menyebut, tujuan dari beasiswa untuk mendorong dan memperhatankan semangat belajar agar dapat mnyelesaikan pendidikannya tepat waktu. “Juga mengurangi jumlah pelajar atau mahasiswa yang putus belajar karena tidak mampu mrmbiayai pendidikan,” sebutnya.

Lalu bagaimana dengan beasiswa kedokteran? Mustajab tidak membalasnya saat ditanya melalui WhatsApp. Untuk tahun-tahun sebelumnya, beasiswa kedokteran memang diberikan kepada mahasiswa yang kurang mampu yang ingin masuk ke Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat (ULM).

Saban tahun Pemprov Kalsel menyiapkan anggaran sekitar Rp1,3 miliar untuk beasiswa ini bagi 13 mahasiswa kurang mampu dan berprestasi. (ris/bar/mal/shn/mar/dly/by/ran)

Editor : izak-Indra Zakaria