YA AMPUN..!! Masa Tunggu Haji Kalsel Capai 36 Tahun
izak-Indra Zakaria• Kamis, 10 November 2022 | 10:17 WIB
PULANG HAJI: Jemaah haji turun dari pesawat di Bandara Syamsudin Noor, beberapa waktu lalu. FOTO : SUTRISNO/RADAR BANJARMASIN
Bagi yang ingin berhaji, kesabaran Anda akan diuji. Sampai kemarin, masa tunggu haji di Kalsel selama 36 tahun. Antrean semakin lama setelah dua tahun tanpa keberangkatan karena Covid-19. Apalagi kuota setiap keberangkatan masih terbatas.
Jumlah calon jemaah di Kalsel mencapai 140.221 orang sampai 5 November tadi. “Masa tunggu haji Kalsel mencapai 36 tahun,” terang Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Kalsel, Rusbandi.
Demi menekan lamanya masa tunggu, pemerintah pusat sedang mengkaji sistem pembagian kuota. Disesuaikan dengan populasi umat Islam di setiap provinsi. Embarkasi Banjarmasin sendiri mendapat kuota 3.818 orang. “Ada mendengar hal itu. Tapi, belum ada petunjuk teknisnya,” tukasnya.
Rusbandi berharap daftar tunggu haji di Kalsel bisa dipangkas. “Kasihan mereka yang daftar sudah usia lanjut. Ada yang daftar usianya sudah 50 tahun,” sebutnya.
Pada rapat bersama dengan Komisi VIII DPR RI pada Senin (7/11) tadi, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengatakan kesenjangan antrean haji antara satu provinsi dengan provinsi lainnya sangat tajam.
Berdasarkan fakta itu, Yaqut mengatakan Kemenag sedang mengkaji sistem baru pembagian kuota haji. “Kita buat (sistem, red) kuota berkeadilan,” ujarnya.
Kemenag saat ini sedang membuat beberapa simulasi soal kuota haji. Yaqut mengistilahkan sistem baru itu sebagai kuota haji berkeadilan karena ada alasannya. “Di daerah Papua antreannya 10 tahun.
Di Sulawesi Selatan 43 tahun,” bandingnya. Yaqut mengatakan banyak daerah mengalami ketimpangan antrean haji. Nantinya kuota haji diatur lebih proporsional lagi. Yaqut mengatakan panjangnya antrean haji di Indonesia sudah disampaikan langsung ke Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq Al Rabiah, beberapa waktu lalu.
Soal kuota haji 2023, Yaqut mengatakan bakal dibahas dalam Muktamar Perhajian 2023 yang digelar Saudi pada 9 Januari tahun depan. Muktamar ini mengundang seluruh negara pengirim jemaah haji, termasuk Indonesia.
Yaqut berharap tahun depan Indonesia mendapatkan kuota haji lebih banyak dibandingkan tahun ini. Jika tidak ada tambahan, antrean haji di Indonesia semakin berat. Dia menghitung rata-rata antrean haji di Indonesia saat ini 41 tahun.
“Jadi kalau seumuran kita daftar haji saat ini, insya Allah almarhum baru berangkat. Nyawanya doang yang berangkat,” candanya.
Hasanah sebagai calon jemaah haji belum juga mendapat nomor porsi. Ia berharap ada kebijakan untuk menambah kuota. Dia sudah sekitar 5 tahun mendaftarkan diri. “Usia sekarang sudah 58 tahun. Semoga nanti masih sehat,” ucap warga Kuripan, Banjarmasin Timur itu.(mof/gr/dye)