izak-Indra Zakaria• Selasa, 10 Januari 2023 | 11:47 WIB
BANTUAN UNTUK ODGJ: Dinas Sosial HST mendatangi para ODGJ untuk mendata dan memberikan bantuan secara langsung. | FOTO: JAMALUDDIN/RADAR BANJARMASIN
ahun 2022 jumlah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) bertambah. Di tahun 2021 jumlah ODGJ 400 orang. Kini tahun 2022 sudah mencapai 581 orang. Hal ini mendapat perhatian serius dari para wakil rakyat.
“Pemkab harus melakukan penanganan dengan serius. Karena ODGJ di daerah kita sangat banyak ketimbang daerah lain,” kata Anggota DPRD HST, Alamsyah. Dia mewacanakan pemerintah harus menyediakan rumah singgah bagi ODGJ terlantar. Selain itu urgensi dari rumah singgah ini bisa menampung orang dengan masalah sosial lainnya. “Ini harus menjadi atensi bersama. Khawatirnya mereka membuat keresahan di lingkungan masyarakat,” tandasnya.
Selama ini banyak sekali ODGJ yang tinggal ditempat tak layak. Mereka menempati gubuk tua hingga terisolir dari lingkungan masyarakat.
Rumah singgah dianggap perlu untuk mengentaskan masalah tersebut. Dengan adanya rumah singgah para ODGJ bisa terawat dan terurus untuk membantu proses pemulihan.
Kabid Sosial, Husnawati memberikan tanggapan atas wacana tersebut. Pihaknya mengaku sudah punya rencana menyediakan rumah singgah bagi orang dengan permasalahan sosial di HST.
“Rencananya kami akan menggunakan bangun sekolah yang akan ditutup oleh dinas pendidikan. Kami akan memodifikasi bangun tersebut,” jelasnya, Minggu (8/1). Namun yang perlu diingat, rumah singgah ini nantinya hanya ditempati sementara. Paling lama 7 hari. Sebelum dipindah ke tempat penanganan lebih lanjut.
“Permensos bilang begitu. Paling lama 7 hari selanjutnya dirujuk ke panti atau ke rumah sakit. Jadi kita tidak bisa merawat berlama-lama,” tambahnya.
Apa yang sudah dilakukan dinsos untuk menangani ODGJ? “Kita memberi bantuan permakanan untuk 100 orang ODGJ senilai Rp500 ribu di tahun 2022,” jelasnya.
Jumlah yang dibantu memang tidak banyak. Karena dinsos terkendala anggaran. Tapi di tahun 2023 ini penerima bantuan permakanan bertambah. “DPR menambah anggaran kami. Jadi semua ODGJ 581 orang dapat bantuan Rp 150 ribu per bulan di tahun ini,” bebernya.
Husnawati juga menjelaskan sepanjang tahun 2022 tidak ada kasus pemasungan ODGJ atau kasus ODGJ membuat keributan di lingkungannya.
Sebab Pemkab HST sudah membangun ruang rawat inap untuk pasien ODGJ di RS Damanhuri Barabai. Selama ini penanganan dilakukan dengan baik oleh pihak rumah sakit. (mal/ij/ran)