Haul Abah Guru Sekumpul Wajib Steril dari Atribut Politik
izak-Indra Zakaria• 2023-01-10 11:54:35
KEDIAMAN GUBERNUR: Guru Wildan dan Paman Birin saat menggelar konferensi pers di Kampung Keramat, Ahad (8/1) malam. | FOTO: BIRO ADPIM SETDAPROV KALSEL FOR RADAR BANJARMASIN
Ditiadakan sejak tahun 2021 akibat pandemi covid, haul Abah Muhammad Zaini bin Abdul Ghani atau Guru Sekumpul akhirnya akan diselenggarakan tahun ini. Namun, lokasinya tidak di Musala Ar Raudah, Sekumpul, Martapura. Melainkan di rumah Gubernur Kalsel Sahbirin Noor.
Kediaman pribadi itu berada di Jalan Kertak Baru, Kampung Keramat, Kecamatan Martapura Timur Kabupaten Banjar. Kabar baik ini diutarakan Pimpinan Madrasah Darussalam Tahfiz dan Ilmu Al-Quran, KH Muhammad Wildan Salman dalam konferensi pers di Kampung Keramat, Minggu (8/1) malam.
Guru Wildan menyampaikan, Haul Akbar ke-18 Guru Sekumpul bakal digelar Kamis, 26 Januari nanti. Ditambahkannya, haul ini merupakan inisiatif anak-anak didik Guru Sekumpul, yakni para ulama dan pejabat pemprov. “Ini menjawab kerinduan masyarakat,” ujarnya seusai tasmiyah dan akikah cucu gubernur.
Diceritakan Guru Wildan, ada informasi bahwa Haul Guru Sekumpul akan digelar di Kalteng dan Kaltim. Maka, sudah sewajarnya ada haul di tanah kelahiran Guru Sekumpul.
Undangan bahkan sudah disampaikan ke Pesantren Tebu Ireng, Jombang. Pesantren di Jawa Timur itu didirikan oleh KH Hasyim Asy’ari.
“Alhamdulillah, mulai pengasuh pesantren, mualimin dan santrinya merespons dengan baik,” ungkap Guru Wildan.“KH Ahmad Mustain Syafii, ahli tafsir dari Jombang juga akan datang,” imbuhnya. Haul ini terbuka untuk umum. Bahkan untuk tamu dari luar negeri. “Karena ini haul untuk seluruh umat,” tegas Guru Wildan.
Besoknya (9/1), Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar menggelar rapat persiapan haul di Ruang Rapat Aberani Sulaiman, perkantoran setdaprov di Banjarbaru. Banyak yang bertanya, mengapa haul ini tidak digelar di Musala Ar-Raudhah. Roy menjawab, pemilihan rumah gubernur merupakan hasil kesepakatan sejumlah ulama.
“Sebelumnya para ulama menggelar rapat untuk memutuskan lokasi ini,” terangnya. Sedangkan untuk haul di Kubah Guru Sekumpul, sampai sekarang belum ada keputusan dari ahli waris, apakah digelar atau tidak.
Dalam rapat persiapan ini, Roy menegaskan, tidak boleh ada spanduk atau umbul-umbul berbau politik di sekitar kawasan Kampung Keramat.
Maklum, jelang Pemilu 2024, suasana politik mulai menghangat. “Tidak dibenarkan membuat dan memasang umbul-umbul bernuansa politik. Kalau ada harus ditertibkan,” tegasnya.Roy juga meminta kesiapan panitia, mengantisipasi membeludaknya jemaah. Rekayasa lalu lintas, area parkir, keamanan, tenaga medis, dapur umum, dan penginapan di rumah penduduk mesti disiapkan sejak sekarang. (ris/gr/fud)