Astaga!! Anak Punk Siksa Kucing, Diinjak-injak Sampai Kupingnya Disayat
izak-Indra Zakaria• 2023-01-17 12:34:59
TERLUKA PARAH: Kucing yang disiksa gerombolan knum anak punk di kawasan Jalan Niaga Timur Selasa (10/1) malam. | FOTO: MAULANA/RADAR BANJARMASIN
Seekor anak kucing menjadi korban penyiksaan segerombol anak punk yang sering berkeliaran di kawasan Jalan Niaga Timur, Banjarmasin Tengah. Mereka menyiksa perlahan. Bahkan ada yang menyayat kupingnya. Aksi itu terjadi Selasa (10/1) malam. Seorang ibu rumah tangga, Ida Eriani (52) menyaksikan mereka menganiaya seekor anak kucing.
Ceritanya, seperti biasa warga Gatot Subroto Banjarmasin Timur itu sedang kuliner dengan anaknya. Malam itu, Ida memilih makan di kawasan Jalan Niaga Timur. Namun, tutup. Tak ingin perut kosong, ia memilih makan gorengan di samping Kantor Pajak, seberang Kantor DPRD Kota Banjarmasin.
Sedang asyik menusuk gorengan, pandanganya mengarah ke seberang jalan. Persis di samping Richeese Factory. Melihat anak punk sedang santai. Rupanya di dekat mereka ada seekor anak kucing. Mereka injak, dan tendang kucing tersebut.
Seekor anjing juga menjadi sasaran kekejian mereka. Anjing tersebut dipukul-pukul. “Pokoknya kucing dan anjing itu disiksa mereka perlahan-lahan. Jangan begitulah, meski itu hewan,” cerita Ida, (15/1).
Usai menginjak, salah satu anak punk lalu menyayat kuping kucing itu. Lantas dilepaskan. “Saya tak fokus dengan anak-anak punk itu. Fokusnya melihat anak kucing itu disiksa mereka. Setelah itu, langsung saya ambil kucingnya di hadapan mereka. Dibawa pulang. Sempat saya keluarkan umpatan. Tapi, mereka malah mengolok-ngolok saya,” tambahnya.
Ida tak mengingat persis wajah anak punk tersebut. Ada yang makai anting, bertato, badannya kurus-kurus. “Orang-orangnya dekil-dekil. Kurus. Usianya diperkirakan masih remaja, 15, 16 hingga 17 tahunan,” tebaknya. Ida merasakan langsung aksi kenakalan anak punk tersebut. Ketika sedang asyik makan gorengan, beberapa orang ikut makan. Setelah itu, salah satu di antara mereka meminta anaknya untuk membayarkan. “Anak saya menyahut tak ada uang lagi, dan tak diladeni,” ungkapnya.
Menurutnya, aksi semacam itu secara tak langsung melakukan pemalakan. “Kata para pedagang di sana, mereka biasa meminta bayarkan sama orang. Tak satu dua pedagang di sana telah resah dengan keberadaan mereka. Katanya mereka muncul menjelang tengah malam hingga dini hari,” ucapnya.
Ida berharap pihak aparat terkait bisa menindaklanjuti. Selain meresahkan, aksi mereka tentu mengganggu kenyamanan masyarakat. “Semoga dengan informasi yang saya berikan ini bisa ditindaklanjuti. Mereka itu tidak menyiksa kucing saja, namun membuat kenyamanan orang terganggu di sana seperti pedagang dan pengunjungnya,” pinta Ida. Anak kucing tersebut kini dipeliharanya di rumah. Namun, kondisinya tanpa kuping sebelah. “Masih belum sembuh lukanya. Sudah saya obati dan rawat di rumah,” tambahnya.(lan/az/dye)