Peristiwa tabrakan beruntun yang melibatkan unit armada tanki DPKP Banjarmasin mendapat tanggapan dari Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina. Ia menyayangkan adanya insiden tersebut.
Ibnu mengatakan semestinya anggota pemadam kebakaran Pemko Banjarmasin bisa menjadi contoh BPK lain. “Bukan malah kejadian seperti ini,” ucapnya, ketika diwawancarai di Balai Kota Sabtu (4/2) malam.
Lebih disesalkan Ibnu, informasi kebakaran yang dikejar unit armada DPKP Banjarmasin di kawasan Jalan Pramuka itu justru tidak benar adanya. Asap yang dikira dari api justru hanyalah berasal dari aktivitas pengasapan alias fogging.
Ibnu menginginkan semestinya DPKP Banjarmasin memiliki wewenang untuk komando, atau pusat kendali atas barisan pemadam kebakaran (BPK) swasta yang ada. “Saya rasa, penting ke depan untuk saling berkoordinasi apabila ada suatu musibah. Karena tugas undang-undang seperti itu,” tegasnya.
Apalagi DPKP Banjarmasin sudah dua kali membekali safety driving dan pelatihan kepada BPK swasta, serta internal anggotanya di DPKP sendiri. “Seharusnya, upaya pencegahan terjadinya insiden bisa dilakukan,” tekannya.
Lantas, apa sikap yang diambil pihaknya? Ibnu mengatakan dalam waktu dekat bakal memanggil Kepala DPKP Kota Banjarmasin, Budi Setiawan. Termasuk pula pengemudi dan anggota DPKP yang terlibat peristiwa tersebut untuk dimintai klarifikasi. “Sedapat mungkin akan kami selesaikan baik-baik. Lalu yang terpenting, insiden ini menjadi warning alias peringatan bagi DPKP Banjarmasin,” ujarnya.
“Apalagi ketika menggunakan unit tangki besar. Tentu harus hati-hati. Kalau kecepatan tinggi itu susah untuk mengerem mendadak,” ucapnya.
Ke depan, Ibnu berpesan akan lebih baik pengawalan terhadap unit armada tanki bisa dilakukan. Itu untuk menghindari peristiwa atau insiden yang tak diinginkan.
Terkait tanggapannya tentang sopir unit armada tanki yang telah menjalani pemeriksaan, Ibnu bilang pihaknya menyerahkan sepenuhnya ke kepolisian. “Ikuti saja proses hukum yang berlaku,” ucapnya.
Bagaimana bentuk pertanggungjawaban pemko atau dinas terkait untuk pemilik mobil yang terdampak? Menanggapi hal itu, Ibnu tampak ragu-ragu. Ia menilai DPKP Banjarmasin hanya memiliki anggaran untuk perawatan armada pribadi. “Tapi nanti dicoba cek anggarannya. Kalau perlu urunan,” ucapnya. (war)