Pengemis Berjejer di Trotoar Jalan Banjarmasin, Satpol PP Akui Keterbatasan Personel
izak-Indra Zakaria• 2023-04-04 13:40:12
MENANTI DERMAWAN: Gepeng di ruas Jalan Hasan Basry dan Kayutangi, kemarin (3/4). | FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN
Gelandangan dan pengemis (Gepeng) kian marak di Kota Banjarmasin. Tengok saja di sisi kiri dan kanan trotoar ruas Jalan Hasan Basry hingga Kayutangi. Di situ, gepeng berjejer menanti uluran tangan dermawan.
Bentuknya bermacam-macam. Paling mencolok, pengemis yang sambil membawa gerobak. Kondisi itu diakui oleh Kepala Satpol PP Banjarmasin, Ahmad Muzaiyin. Ia bilang upaya penertiban sudah berjalan. Baik sebelum maupun saat bulan Ramadan. “Sudah kami tertibkan,” ucapnya, ketika ditemui di Balai Kota, kemarin (3/4) siang.
Lalu, mengapa keberadaan gepeng masih marak? Menurut Muzaiyin, personelnya terbatas. Sesuai tupoksi, Satpol PP hanya sebatas melakukan patroli, pengawasan, hingga penertiban. “Tindak lanjut, silakan dinas lain yang menangani,” kilahnya.
Kendati demikian, Muzaiyin berjanji bahwa penertiban gepeng akan kembali dilakukan demi kenyaman warga Kota Banjarmasin. “Kami optimalkan lagi nanti, mendekati pekan ketiga dan keempat bulan Ramadan,” janjinya.
Kepala Dinas Sosial Banjarmasin, Dolly Syahbana mengatakan pihaknya masih belum mendapatkan informasi penertiban yang dilakukan jajaran Satpol PP Banjarmasin. “Kecuali, saat razia Satpol PP itu melibatkan kami agar bisa sekaligus diasesmen,” ujarnya, kemarin.
Dolly mengatakan pihaknya kesulitan menangani gepeng yang akhir-akhir ini marak. Itu lantaran pihaknya tidak mengetahui apakah gepeng yang terjaring razia itu masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) atau tidak. “Makanya nanti kami akan bekerja sama lagi dengan Satpol PP,” janjinya.
Bila ternnyata belum masuk DTKS, Dolly ingin pihaknya mendata dan melakukan pembinaan terlebih dahulu. Lalu, memverifikasi apakah bisa dimasukkan dalam DTKS, atau tidak. “Tidak menutup kemungkinan, gepeng-gepeng yang ada itu justru orang mampu,” jelasnya.
Dolly menyebut maraknya gepeng di bulan Ramadan sebagai fenomena tahunan. Marak pada waktu-waktu tertentu. Ia juga mengatakan ada kemungkinan bahwa pengemis yang mangkal adalah wajah-wajah lama.
“Kami juga kesulitan memberantas, karena sepertinya ada yang mengoordinir. Sekali lagi, ketika memasuki bulan Ramadan, mereka tiba-tiba muncul dan marak,” tutupnya. (war/az/dye)