Investor Dubai Tawarkan Kereta Gantung untuk Banua
izak-Indra Zakaria• 2023-04-15 13:12:38
Photo
Mimpi memiliki kereta api saja belum terwujud, Pemprov Kalsel beralih ke mimpi yang lain: kereta gantung.
****
BANJARBARU – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kalsel, Ariadi Noor mengungkap, ada investor asal Dubai yang menawarkan pembangunan kereta gantung di Banua. Modelnya, gandola yang menggantung dan berjalan menggunakan kabel.
“Kalau memang terbangun, akan menjadi satu-satunya kereta gantung di Indonesia. Setelah Spanyol,” katanya (14/4). Investor asal Uni Emirat Arab itu sedang studi kelayakan. “Mereka masih menghitung nilai bisnisnya,” ujarnya. Estimasinya, pembangunan kereta gantung itu membutuhkan Rp15 triliun. “Angkanya hampir sama dengan kereta konvensional di darat yang memakan biaya besar untuk pembebasan lahan,” tambahnya.
Rute kereta gantung ini, dari Banjarmasin menuju Bandara Syamsudin Noor. Kemudian dari Banjarbaru sampai ke Martapura. “Panjangnya sekitar 40 kilometer,” sebut Ariadi. Dia menekankan, ini murni tawaran investor, bukan permohonan pemprov. Jadi anggarannya pun akan ditanggung sepenuhnya oleh investor. “Kami sudah ekspos bersama,” ujarnya. “Mungkin mereka melihat pemandangan di Kalsel ini indah. Banyak sungai dan perbukitan,” sambungnya.
Awalnya kereta gantung hanya digunakan pada tempat wisata. Seperti Taman Mini Indonesia Indah, Taman Impian Jaya Ancol, dan Pulau Kumala. Di negara-negara maju skylift atau skycable mudah ditemui di daerah bersalju atau daerah pegunungan. Bahkan mulai digunakan untuk transportasi umum perkotaan.
Kereta gantung memiliki desain teknologi yang lebih sederhana, namun diklaim lebih aman jika dibandingkan dengan monorel. Satu kabinnya bisa memuat puluhan hingga ratusan penumpang.
Seorang warga Kota Banjarbaru, Hasanudin berharap, mimpi warga Banua memiliki kereta bisa segera terwujud. “Karena dari dulu cuma rencana dan rencana,” katanya.
Menurutnya, sudah saatnya Kalsel memiliki kereta api. Seiring meningkatnya jumlah kendaraan di jalan raya. “Kalau tidak ada kereta api, bisa semakin macet,” pungkasnya. (ris/gr/fud)