“Kita targetkan bisa selesai pada 31 Desember 2023 mendatang,” lanjutnya. Ia mengatakan untuk pembangunan jembatan permanen tersebut biaya yang digunakan sebesar Rp15 miliar. (mal)
Jembatan darurat di Desa Sungai Rangas Kecamatan Labuan Amas Selatan (LAS) Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) selesai dikerjakan. Jembatan ini digadang-gadang mampu dilintasi oleh truk dengan bermuatan berat. Warga setempat, Afifuddin mendesak agar jembatan segera dioperasikan. Kemudian perbaiki jembatan permanen segera dilakukan.
“Segera digunakan saja (jembatan) agar pengerjaan jembatan yang lama secepatnya diproses. Kita sudah lama menunggu perbaikan ini,” katanya, Senin (1/5).
Afifuddin minta pengguna jalan lebih berhati-hati khususnya malam hari saat melewati jembatan ini. “Namanya juga jembatan alternatif artinya jembatan sementara tentu konstruksinya tidak sama dengan jembatan permanen. Jadi, tetap harus berhati-hati,” pintanya.
Ali mengatakan, jika memang sudah digunakan perlu ada penjagaan sekaligus pemasangan tanda-tanda lalulintas karena akses jalan ini 24 jam dilalui pengguna jalan.
“Jalan ini statusnya Nasional. Penghubung di Banua Enam. Jadi aksesnya sangat vital,” jelasnya. Seperti yang diberitakan sebelumnya, pengerjaan jembatan Sungai Rangas permanen ditargetkan akan selesai pada 2023 ini. Hal ini diungkapkan Pejabat pembuat komitmen (PPK), Dwi Wahyono, beberapa waktu lalu bahwa untuk jembatan alternatif ini memang dibangun dengan konstruksi mampu untuk truk besar.
Dwi mengatakan pembangunan jembatan Sungai Rangas yang permanen ini ditargetkan bakal rampung pada akhir 2023 mendatang.
“Kita targetkan bisa selesai pada 31 Desember 2023 mendatang,” lanjutnya. Ia mengatakan untuk pembangunan jembatan permanen tersebut biaya yang digunakan sebesar Rp15 miliar. (mal)