Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Pengawasan Karhutla, Kawasan Bandara Syamsuddin Noor Diprioritaskan

izak-Indra Zakaria • 2023-05-04 11:39:47
PADAMKAN API : Petugas BPBD Kota Banjarbaru memadamkan api yang membakar semak belukar di Jalan Sungai Salak, Kelurahan Guntung Manggis, pada 28 maret 2023 lalu. | FOTO: BPBD UNTUK RADAR BANJARMASIN
PADAMKAN API : Petugas BPBD Kota Banjarbaru memadamkan api yang membakar semak belukar di Jalan Sungai Salak, Kelurahan Guntung Manggis, pada 28 maret 2023 lalu. | FOTO: BPBD UNTUK RADAR BANJARMASIN

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarbaru saat ini tengah fokus mengawasi lahan kosong di sekitaran Bandara Syamsudin Noor.

Kepala Pelaksana BPBD Banjarbaru, Zaini Syahranie menjelaskan, hal tersebut merupakan bentuk antisipasi atas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mengancam wilayah Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Terlebih bandara merupakan salah satu lokasi yang aktivitasnya masuk dalam daftar ring 1, alias objek vital yang wajib dijaga ketat.

Bukan tanpa alasan, Zaini membeberkan, teriknya cuaca panas yang belakangan ini membuat potensi terjadinya karhutla semakin meningkat.

Sehingga, sedikit saja terjadi kebakaran lahan, hal tersebut dikhawatirkan akan berdampak pada aktivitas lalu lintas penerbangan pesawat. 

“Makanya sekitaran Bandara Syamsudin Noor jadi lokasi yang paling utama kita awasi,” ucapnya saat ditemui Radar Banjarmasin di depan Gedung Balai Kota Banjarbaru, Selasa (2/5) siang.

Meski dalam beberapa terakhir intensitas cuaca panas dirasa mulai semakin terik, Zaini menyebut bahwa saat ini wilayah Banjarbaru masih masuk dalam kategori kemarau basah.

Kemudian, titik-titik api atau hotspot pun juga belum ditemukan di wilayah Kota Banjarbaru. Kendati demikian, pihaknya tetap menyiagakan seluruh personel serta peralatan lengkap guna menangani ancaman karhutla ini.”1×24 jam seluruh alat dan personel kita siagakan,” tukasnya.

Ia membeberkan, selain kawasan bandara, saat ini pihaknya juga sudah memetakan sejumlah titik lahan kosong lainnya yang jadi langganan karhutla. “Berkaca diri kejadian tahun-tahun sebelumnya, kawasan langganan karhutla ini biasanya terjadi di Cempaka, Landasan Ulin dan Liang Anggang,” bebernya. 

Agar penanganan berjalan maksimal, Zaini mengatakan sudah menggandeng unsur masyarakat yang dinamakannya sebagai Masyarakat Peduli Bencana.

Ia bercerita, beberapa minggu lalu ada kasus Karhutla di kawasan Golf, yang berdekatan dengan Bandara Landasan Ulin. Namun setelah dicek ke lokasi, ternyata kejadian itu berada luar wilayah Kota Banjarbaru.

“Kemarin itu ada warga yang sengaja membuka lahan dengan cara dibakar, beruntung petugas kita langsung merespon ke lokasi dengan menerjunkan unit yang kita miliki, dan api tidak sampai meluas,” ungkapnya.

Lantaran berada di luar wilayah administrasi Banjarbaru, pihaknya hanya bisa mengedukasi sekaligus menegur warga yang membakar lahannya tersebut.

Selain itu, pada tanggal 28 Maret 2023, juga terjadi insiden kebakaran lahan di Jalan Sungai Salak, Kelurahan Guntung Manggis, yang disebabkan oleh faktor yang sama dengan kasus kebakaran lahan di Golf. Yakni membuka lahan dengan cara dibakar.

“Kami minta warga yang ingin membuka lahan, jangan lagi memakai cara dibakar. Karena dampaknya akan sangat besar bagi aktivitas dan lingkungan sekitar,” pintanya.

Sementara itu, Kepala UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Banjarbaru, Syafrullah, mengaku pihaknya selalu siaga jika terjadi karhutla di wilayah Banjarbaru.

“Ada tiga unit tangki dan beberapa unit portable lengkap yang kita siagakan untuk membackup BPBD dalam menangani Karhutla,” ujarnya.

Menurutnya, ada tantangan tersendiri dalam penanganan Karhutla di Banjarbaru, pasalnya tidak semua lokasi yang jadi langganan kebakaran memiliki sumber air yang mumpuni untuk memadamkan api. (zkr/by/ran)

 
 

 

 
 
 
 
Editor : izak-Indra Zakaria