Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Tak Sabar Menanti Destinasi Baru di Kampung Ketupat Banjarmasin

izak-Indra Zakaria • 2023-06-18 09:39:41
ARTISTIK: Ampiteater yang dibangun di bawah ornamen ketupat raksasa. Lokasi ini nantinya bisa dipakai untuk event seni budaya dan pariwisata di Banjarmasin. | FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN
ARTISTIK: Ampiteater yang dibangun di bawah ornamen ketupat raksasa. Lokasi ini nantinya bisa dipakai untuk event seni budaya dan pariwisata di Banjarmasin. | FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN

Lahan tidur di Kelurahan Sungai Bilu, yang bersisian Sungai Martapura disulap sedemikian rupa. Ornamen ketupat raksasa itu kini tampak berdiri kokoh.

 

Hingga Jumat (16/6) petang, sejumlah pekerja masih tampak sibuk dengar pengerjaannya. Ada yang mengangku material, hingga mengaduk semen.

Namun, tampaknya hanya tinggal menunggu waktu, proyek yang berada tepat di Kampung Ketupat itu rampung digarap. Seorang pekerja yang dibincangi Radar Banjarmasin, (16/6) petang bilang, bahwa ‘pekerjaan besar’ sudah hampir selesai. “Istilahnya, hanya tinggal finishing (penyempurnaan, red),” ujarnya. “Bangunan yang besar-besar tinggal dipoles. Tinggal kerjaan yang kecil-kecil,” timpalnya.

Dan ketika pengerjaan seluruhnya selesai, maka selamat datang di destinasi wisata baru. Tempat yang digadang-gadang kian mampu mendongkrak pamor Kampung Ketupat. Untuk diketahui pembaca, revitalisasi di atas lahan tidur itu sudah berlangsung sejak Agustus 2022 lalu. Lahan yang digarap seluas 7.000 meter persegi. Dari total luasnya lahan itu, pembangunan hanya menyasar di lahan seluas 800 meter saja. Selebihnya, hanya dirapikan.

PT Juru Supervisi Indonesia, selaku investor yang menggarapnya. Pada tahun itu, PT Juru menyuntikkan dananya sebesar Rp6 miliar. 

Metode kerja sama yang diterapkan adalah pemanfaatan lahan. Berlangsung hingga 15 tahun ke depan. Dan tentu, kerja sama itu digadang-gadang bakal menjadi sumber pendapatan asli daerah atau PAD. Lalu, seperti apa jadinya kawasan tersebut? Head of Business Development PT Juru Suversvisi Indonesia, M Wahyu B Ramadhan menjelaskan, proyek yang dikerjakan di kawasan itu bertujuan untuk mendukung para pedagang di kawasan Kampung Ketupat. 

Maka di kawasan yang dibenahi itu, akan dibangun food court. Pengunjung bisa bersantai sembari menikmati kuliner. Atau dagangan yang ditawarkan oleh Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), di tempat-tempat yang disediakan.

“Kami juga menyiapkan tempat untuk itu, dan gratis. Mereka, hanya perlu membayar iuran listrik, air dan kebersihan,” ungkapnya, beberapa waktu lalu.  Tidak hanya sampai di situ. Wahyu membeberkan bahwa di kawasan itu juga dibangun ampiteater. Untuk kepentingan event pariwisata, kesenian dan budaya.

Lokasinya, persis di tengah-tengah pembangunan. Persis di bawah konstruksi seni instalasi berupa ornamen ketupat raksasa. Tujuannya, untuk lebih menghidupkan suasana seni pertunjukan di Kota Banjarmasin.

“Kami melihat, ruang publik untuk kegiatan kesenian di Banjarmasin ini masih kurang. Padahal seni budaya, misalnya musik tradisional juga bisa ditonjolkan. Bisa menjadi pusat kesenian,” tuturnya. “Maka, selain sebagai ikon baru, kami berharap kawasan ini nantinya juga bisa lebih ramai dikunjungi. Menjadi destinasi wisata lain, di samping wisata susur sungai dan lainnya,” tambahnya.

Kendati demikian, Wahyu menekankan, meski kawasan tersebut direvitalisasi, ia memastikan bahwa kesan Kampung Ketupat akan tetap ditonjolkan.

Itu seiring dengan adanya pembangunan seni instalasi berupa ornamen ketupat raksasa. Ukuran cukup besar. Tingginya mencapai 20 meter.

Lebih jauh, Wahyu menekankan, bahwa dalam pembangunan yang dilakukan untuk mengembangkan kawasan tersebut, pihaknya mengkombinasikan ragam ide dari Pemko Banjarmasin

“Agar membuat kawasan ini menjadi lebih rapi lagi,” tambahnya. Dan tak kalah penting, apabila pembangunan sudah rampung dan sudah mulai beroperasi, untuk transaksi di kawasan tersebut juga akan difokuskan pada sistem transaksi digital.

“Kami ingin membuat ekosistem digital di situ. Jadi semua transaksi menggunakan perangkat digital. Tidak ada lagi transaksi tunai. Termasuk parkirnya,” pungkasnya. Kembali ke pengerjaan proyek revitalisasi lahan tidur di kawasan Kampung Ketupat itu. Selama berjalannya pengerjaan proyek tersebut, bukan berarti tak ada kendala. Pengerjaan sempat terhenti beberapa waktu. 

Itu lantaran ornamen berupa ketupat raksasa sempat roboh. Akibat diterpa angin kencang yang disertai hujan deras pada Kamis 17 November 2022 lalu.

Seiring berjalannya waktu, pembenahan pun kembali dilanjutkan. Tentu ada perubahan desain. Dan hingga kini, rampungnya pembangunan tinggal menunggu waktu. 

“Melihat sekilas dari segi pembangunan, sepertinya menjadi kawasan yang sangat menarik,” ungkap Rina, salah seorang warga yang diincangi Radar Banjarmasin, kemarin (16/6).

Warga asal Pekapuran Raya itu meyakini, kawasan yang dibenahi itu bakal menjadi magnet tersendiri. Yang tentu mampu menarik minat masyarakat untuk datang.

“Saya lihat, ada banyak wadah untuk bersantai. Saya yakin, kawasan ini bakal ramai,” tutupnya.

Terpisah, Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Ikhsan Budiman berharap, kawasan yang kian dirampungkan itu bisa menjadi ikon baru wisata di Kota Seribu Sungai. Sehingga bisa dinikmati masyarakat. “Baik itu masyarakat Kota Banjarmasin, serta masyarakat dari luar daerah lainnya,” ucapnya (16/6) di Balai Kota.

Ikhsan mengakui, dilihat dari kejauhan, misalnya dari seberang sungai, ornamen ketupat raksasa yang menjadi penanda wilayah itu cukup artistik. Mampu memanjakan mata siapapun yang melihatnya.

“Dan itu tentu menjadi pemandangan lain di Banjarmasin,” pujinya. Disinggung terkait kapan kawasan tersebut bakal diresmikan, Ikhsan mengaku belum mengetahui pasti hal itu.

Ia juga bilang, bahwa sejauh ini, pihaknya belum melalukan komunikasi secara khusus kepada pihak pengelola. “Memang, kabarnya baru akan selesai. Tapi kami berharap, proyek itu bisa rampung secepat yang bisa dilakukan,” ujarnya. “Sehingga bisa beroperasional seperti yang diinginkan. Bisa juga nanti, jajaran Pemko Banjarmasin dihadirkan dalam pembukaan,” pungkasnya. (war/az/war)

Editor : izak-Indra Zakaria