Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

PARAH INI..!! Ngaku Imam Mahdi, Pria Ini Mengamuk di Balai Kota Banjarmasin, Minta Izin ke Amerika

izak-Indra Zakaria • 2023-07-30 10:05:18
DIBAWA KE MAPOLSEK: Di balik kaca mobil polisi, lelaki berinisial PS ini masih bisa menyunggingkan senyum. Ia diringkus seusai nekat mengamuk di aula Kayuh Baimbai, Balai Kota Banjarmasin, (28/7). | FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN
DIBAWA KE MAPOLSEK: Di balik kaca mobil polisi, lelaki berinisial PS ini masih bisa menyunggingkan senyum. Ia diringkus seusai nekat mengamuk di aula Kayuh Baimbai, Balai Kota Banjarmasin, (28/7). | FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN

Lelaki berkemeja biru, mengenakan celana jins, dan bersepatu merah itu seketika berteriak. Membuat gaduh aula Kayuh Baimbai, Balai Kota Banjarmasin, (28/7). Tak pelak, peserta kegiatan seminar rumah tangga yang digelar di aula tersebut menjadi riuh. Tak berapa lama, jajaran petugas keamanan (Satpam) pun berdatangan mengamankan si lelaki.

“Lelaki itu masuk ke aula. Duduk di kursi belakang. Kemudian berteriak-teriak tak jelas,” ujar salah seorang peserta seminar perwakilan Kelurahan Sungai Lulut, Puspita. 

“Ia tidak menghamburkan atau menghancurkan apa-apa. Cuma teriak-teriak saja. Kami semua kaget. Tak lama, satpam pun berdatangan,” timpal peserta seminar lainnya, Rizkina. Dari aula, lelaki yang berinisial PS itu diboyong menuju pos penjagaan satpam. Lantaran tampak berontak, kedua tangannya kemudian diborgol. Selama diamankan, PS masih sesekali berteriak.

Ia juga meracau tak keruan. Bahkan, dengan mata melotot, ia mengaku sebagai Imam Mahdi. “Aku juga bisa memunculkan matahari. Coba lihat,” ujarnya, sembari mendongakkan kepala, menatap tajam ke langit. Ia juga tampak membuka mulutnya. Tak habis sampai di situ. Seusai menatap ke langit, ia juga sempat kembali memberontak. 

Saat itu, petugas keamanan, sejumlah anggota Dinas Pemadam Kebakaran (DPKP) Banjarmasin, hingga warga sekitar Balai Kota yang melihatnya pun sempat tersulut emosi. Sebagian tampak melayangkan bogem mentah.

Namun, bukannya tampak kesakitan, lelaki itu justru kian merasa tertantang. “Dipukuli itu tak sakit. Tembak saja aku,” ujarnya, sembari menyunggingkan senyum seperti mengejek.

Sesampainya di pos penjagaan satpam, PS juga kembali teriak-teriak. Tak mau tenang. Bahkan ia juga sesumbar bisa melepas borgol di tangannya. Dan ya, borgol itu benar-benar terlepas. Tak pelak, satpam pun terpaksa kembali memasangkan borgol yang berhasil dilepasnya.

Apakah ia sudah tenang? Belum. PS kembali berontak. Bahkan, sempat menendang sebuah kursi di dekat pos penjagaan satpam. Tak pelak, sejumlah bogem mentah kembali dilayangkan. Namun lagi-lagi, PS hanya sebentar terdiam, dan kembali meracau tak keruan. Coba dibincangi, PS mengaku ingin bertemu dengan sang wali kota. Buat apa? Ia bilang ingin meminta izin pergi ke Amerika. “Saya ingin perang,” tegasnya, dengan mata yang masih melotot. 

Tak ingin berlama-lama meladeni lelaki itu, sejumlah satpam langsung menghubungi aparat kepolisian. Tak berapa lama, jajaran personel Polsek Banjarmasin Tengah datang ke Balai Kota.

Ketika dinaikkan ke mobil, PS masih saja sesumbar. “Lebih baik aku ditembak saja,” ucapnya sembari menyunggingkan senyum, sebelum akhirnya mobil polisi yang membawanya meninggalkan Balai Kota.

Salah seorang satpam, Syahrani membenarkan bahwa yang bersangkutan mengamuk, berteriak-teriak di aula Kayuh Baimbai, Balai Kota Banjarmasin. “Kami bawa keluar aula untuk ditenangkan. Di luar aula, ia juga masih teriak-teriak,” ujarnya.

Bagaimana lelaki itu bisa masuk ke aula, tak ada yang tahu. Kebetulan di halaman Balai Kota, juga ada kegiatan persiapan puncak peringatan Hari Anak Nasional. Pintu gerbang hingga pagar halaman Balai Kota juga terbuka lebar. Siapapun bisa datang atau mampir.

Di sisi lain, kostum PS tampak cukup necis. Ia juga punya gawai di saku celananya. Petugas keamanan di Balai Kota juga mengamankan satu unit kendaraan matik bernopol DA 600 BA yang diduga milik PS. Kini, kendaraan itu juga turut diamankan dan dibawa menuju Polsek Banjarmasin Tengah.

Apakah lelaki yang mengamuk itu diduga mabuk atau dalam pengaruh obat-obatan? Belum diketahui pasti. Namun, berdasarkan keterangan satpam lainnya, juga sejumlah warga yang ada di lokasi, dari mulut PS tak ada tanda-tanda bau alkohol. “Mungkin karena pengaruh obat kali, ya,” celoteh warga.

Kanit Reskrim, Iptu Hendra Agustian Ginting menyebut yang bersangkutan masih diamankan di Mapolsek Banjarmasin Tengah.

“Sejauh ini, yang bersangkutan diduga Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ). Itu berdasarkan keterangan pihak keluarga ketika dihubungi,” ungkapnya mewakili Kapolsek Banjarmasin Tengah Kompol Pujie Firmansyah, (28/7). “Saat ini, masih menunggu pihak keluarga datang ke mapolsek,” terangnya.(war/az/dye)

Editor : izak-Indra Zakaria