Pembalap yang juga atlet Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 di Jawa Barat asal Kalimantan Selatan, Alpian Riduan tewas karena mengalami kecelakaan saat latihan di kompleks perkantoran Pemprov Kalsel, Minggu (29/10) petang.
Kepergian Alpian menjadi luka mendalam bagi keluarga besar Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kalsel. Pembalap sarat dengan prestasi ini dinyatakan meninggal dunia usai dievakuasi ke rumah sakit.
Informasi ini dibenarkan Ketua IMI Kalsel, Edy Sudarmadi. "Almarhum merupakan atlet yang banyak menorehkan prestasi dan mengharumkan nama Banua, kami sangat berduka," katanya, Senin (30/10).
Agar kejadian ini tidak kembali terjadi, Edy mengingatkan dalam latihan, pembalap kiranya tetap mengutamakan keselamatan, terutama ketika menggunakan sarana non permanen.
Saat latihan tim diminta harus membuat simulasi lintasan dengan rambu-rambu yang harus dibuat sebelumnya. "Sehingga pembalap dapat terjaga dengan baik," ujarnya.
Edy menyebut, latihan skil tetap harus diasah dengan skenario trek agar tidak harus dengan full speed. Karena menyesuaikan kondisi trek. "Kiranya menjadi perhatian buat semua pihak pembalap baik yang expert, junior juga pemula, tetap mengutamakan keselamatan," pesannya.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Banjarbaru, AKP Syahruji mengaku, pihaknya tidak mendapatkan laporan atas kejadian nahas itu."Dari kanit laka lantas juga sama. Tidak ada laporan," katanya.
Kendati demikian, pihaknya tetap melakukan pengumpulan informasi dan data terkait kecelakaan atlet itu. (zkr/yn/ris)