Kabar rencana pembangunan Banjarbaru International Stadium (BIS) yang terancam bakal jalan di tempat jadi atensi Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru. Belum lama tadi, Kementerian PUPR menyebut bahwa mega proyek dengan anggaran senilai Rp350 miliar itu tidak termasuk dalam program prioritas pada 2024.
Padahal, proposal rencana pembangunan stadion sepak bola berstandar FIFA di Kelurahan Bangkal, Kecamatan Cempaka itu sudah sampai di tangan Presiden Jokowi pada 2022 lalu.
Dengan adanya kabar bahwa rencana itu bakal mandek di tengah jalan, Wali Kota Aditya Mufti Ariffin harus memutar otak agar pembangunan stadion bisa tetap terlaksana pada 2024. Bukan hanya sebatas angan.
Salah satu langkah yang dilakukan yakni dengan melobi Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Ario Bimo Nandito Ariotedjo. "Menpora mendukung. Berkaitan hal ini kami sudah bersurat untuk meminta waktu bertemu dengan beliau," ungkap Aditya, Rabu (1/11).
Bukan tanpa alasan hal itu dilakukan, menurut Aditya, untuk membangun stadion berstandar FIFA di Kalsel khususnya Banjarbaru tidaklah mudah. Terlebih, sampai akhir 2024 mendatang, pemerintah bakal fokus menggarap proyek inti ibu kota negara (IKN) baru yang menjadi delegasi Presiden Jokowi. "Memang sudah disampaikan Bappenas di akhir 2022 bahwa 2023-2024, pusat masih fokus pembangunan IKN," jelas Aditya. "Tapi kita lihat apakah nanti ada opsi lain," pungkas wali kota yang akrab disapa Ovie ini.
Sementara itu, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Banjarbaru menyebut, rencana pembangunan BIS sudah memasuki penyusunan Analisis Dampak Lingkungan (Amdal). Kabid Infrastruktur dan Kewilayahan pada Bappeda Banjarbaru, Erwin menyatakan stadion berstandar FIFA di kota ini masih menjadi prioritas utama.
Pasalnya, pihaknya mendapat informasi dari Kemenpora bahwa stadion tersebut akan dibangun pada Februari 2024 mendatang. "Kita ada rencana untuk melakukan audiensi ke Kemenpora untuk menindaklanjuti terkait statement Menpora itu," ucap Erwin.
Terkait kabar Kementerian PUPR menyatakan stadion bukan pembangunan prioritas, Erwin memastikan pihaknya tetap berusaha melobi ke pusat. "Statement seperti ini muncul artinya kita lebih giat lagi lobiannya. Kita coba lagi pendekatan ke Kemenpora sesuai dengan arahan pimpinan," bebernya. (zkr/yn/ris)
Tentang Banjarbaru International Stadium (BIS)
- Anggaran = Rp350 Miliar
- Luas Bangunan = 28.785 Meter Kubik
- Kapasitas Penonton = 23.600 Orang
- Ukuran Lapangan = 105 Meter x 68 Meter
- Kapasitas Parkir = 300 Unit Roda Dua, 900 Unit Roda Empat dan 20 Unit Bus.