Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Bumbu Nasi Mandhi 'Maut' Diuji Laboratorium

izak-Indra Zakaria • 2023-11-08 14:11:10
Photo
Photo

Sisa makanan dan bungkusan nasi mandhi 'maut' kasus keracunan massal hajatan warga Desa Padang Tanggul, Kecamatan Amuntai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Utara telah diambil oleh pihak INAFIS Polres HSU dan Loka BPOM HSU.

Sampel yang diambil tidak hanya sisa nasi. Termasuk bumbu dapur pembuat nasi mandhi dari RT 03 yang diduga jadi pemicu keracunan massal. Sampel tersebut kemudian dikirim ke laboratorium BPOM Banjarmasin dan Instalasi Pelayanan Teknik BBTKLPP Banjarbaru. Sampel diambil pihak berwajib Senin (6/11). Meskipun hajatan berlangsung Sabtu (4/11) siang. Sedangkan gejala keracunan muncul mulai Minggu (5/11), dan puncaknya Senin (6/11).

Kasi Humas Polres HSU, AKP Momo Jon Rodok menyampaikan pihaknya akan mengusut tuntas kasus keracunan massal ini. "Bumbu dapur diduga pemicu keracunan sudah diserahkan ke BPOM Banjarmasin dan BBTKLPP Kota Banjarbaru," ujar Momo mewakili Kapolres HSU AKBP Moch Isharyadi Fitriawan.

Momo mengakui sampai saat ini pihaknya tidak dapat memastikan penyebab keracunan, apakah disebabkan makanan hajatan yang terkontaminasi bakteri, atau penyebab lainnya. "Kami berharap hasil pemeriksaan sampel laboratorium akan memberikan petunjuk yang lebih valid. Supaya tidak ada asumsi-asumsi liar yang berkembang," sampainya.

Kepala Loka POM di Kabupaten HSU, Taufiqurrohman menyampaikan bahwa pihaknya membantu Dinas Kesehatan Kabupaten HSU mengambil sampel. "Jadi diminta bantuan untuk uji sampel makanan ke Laboratorium Balai Besar POM di Banjarmasin. Sampel sudah dikirimkan, dan masih menunggu proses pengujian selesai," ujarnya.

Taufiqurahman mengimbau masyarakat memperhatikan aspek keamanan pangan. Bahkan, proaktif untuk menginformasikan bila mengalami gejala keracunan makanan. Ini penting agar segera mendapat perawatan, menghindari korban jiwa. "Hasil uji sampel nanti digunakan untuk tindakan perbaikan dan pencegahan agar kejadian serupa tidak terjadi di masa yang akan datang," harapnya.

Kasi Keperawatan RSUD Pambalah Batung Amuntai, Asran mengatakan masih ada empat warga yang dirawat sampai Selasa (7/11). "Mereka (pasien, red) masih merasa pusing dan mual. Sehingga belum diperbolehkan untuk pulang," ujar Asran.

Hamdani menjalani perawatan di ruang Aster Kelas III. Ani rawat inap di ruang Melati Kelas III. Ahmad Hartawan di ruang Aster, dan Muhammad di ruang Asoka Kelas III. "Mereka yang dirawat sebelumnya menjalani perawatan di UPT Puskesmas Amuntai Selatan. Selanjutnya dirujuk ke IGD rumah sakit ini," terangnya.

Satu warga Desa Padang Tanggul Hajjah S (56) meninggal dunia diduga karena mengalami keracunan massal ini. Puluhan warga lainnya dari Desa Padang Tanggul, Bajawit, dan Murung Panggang yang hadir di hajatan di RT 02 itu juga mengalami keracunan. (*)

 
Editor : izak-Indra Zakaria