Dinas Kesehatan Banjarmasin menyiapkan anggaran khitan massal untuk membantu keluarga miskin. Nilainya mencapai Rp1,5 miliar. "Dana sebesar itu cukup untuk menyunat 3.000 anak," ungkap Kepala Dinkes Banjarmasin, Tabiun Huda, belum lama tadi.
Anggaran itu akan digunakan untuk ongkos operasional tenaga medis. Sedangkan untuk obat-obatan sudah tersedia."Estimasi per orang senilai Rp500 ribu, ini khusus buat tenaga medisnya," terangnya. Tabiun pun meminta ormas, yayasan, masjid, atau kelurahan yang ingin menggelar khitan massal bisa mengajukan surat proposal ke Dinkes. Dia berjanji akan segera memproses usulan tersebut agar anggaran ini bisa dicairkan.
Dia bahkan menjamin, pos anggaran sunatan massal ini akan selalu tersedia setiap tahunnya. Mata anggaran sunatan massal yang diusulkan Dinkes direspons positif oleh Badan Anggaran (Banggar) DPRD Banjarmasin.
"Kalau digunakan untuk masyarakat, terutama untuk warga kurang mampu, dewan pasti mendukung," kata Wakil Ketua DPRD Banjarmasin, Muhammad Yamin.
"Bahkan kalau perlu ditambah, akan kami tambah. Toh untuk meringankan masyarakat kurang mampu," lanjut politikus Partai Gerindra itu.
Senada dengan anggota DPRD Banjarmasin, Sukhrowardi. "Memang ada anak-anak yang belum disunat lantaran faktor ekonomi. Di situ sudah sepatutnya negara hadir," kata politikus Partai Golkar ini.
Namun ia mengingatkan Dinkes agar penyaluran bantuan itu disinkronkan dengan data warga miskin. Supaya tepat sasaran. "Harus sesuai dengan data kemiskinan, jangan sembarangan," tegasnya. (*)