Warga RT 12, RW 03 Guntung Damar Kelurahan Guntung Payung, menutup jalan pada Senin (4/12) petang. Mereka kesal. Jalan perkampungannya dilalui truk pengangkut tanah proyek pembangunan akses baru menuju Bandara Syamsudin Noor.
Jalan di perkampungannya rusak terus dilindas truk pengangkut tanah uruk itu. Bahkan selalu kotor. "Mulai hari ini Senin (4/12), jalan Guntung Damar kami tutup sampai pihak proyek membuat kesepakatan tertulis. Tuntutan kami, jalan harus bersih setelah aktivitas selesai. Jalan rusak harus diperbaiki, dan saluran air dibuka," tegas Ketua RT 12 Guntung Damar, Achmad, di hadapan awak media di lokasi.
Achmad mengatakan pihaknya sudah beberapa kali meminta pihak proyek membersihkan jalan yang dikotori tanah tersebut. Termasuk juga pembukaan aliran air sungai di sisi jalan. Namun, tidak direspons dengan serius. "Akibat aktivitas ini, kebun warga jadi kebanjiran. Proyek ini kan ada dua akses jalan. Maksud kami, satu akses saja yang dipakai. Jalan yang di RT 11, karena dekat dengan akses jalan lingkar utara," tambahnya.
Sampai kapan jalan tersebut akan ditutup? Achmad mengatakan sampai pelaksana proyek memenuhi tuntutan warga. "Pokoknya sampai ada perjanjian di atas kertas bermaterai, dan ditandatangani pimpinan perusahaan selaku pelaksana proyek ini. Apabila mereka mengingkari kesepakatan, kami akan melakukan proses hukum," tegasnya.
Ia membeberkan bahwa keputusan itu merupakan buntut dari kekesalan warga. “Warga kami sudah dua orang yang cedera. Bahkan ada yang patah di bagian bahunya akibat terjatuh ketika melewati tumpukan lumpur di jalan ini. Jangan sampai ada korban lagi, baru keluhan kami direspons,” ungkap Achmad dengan nada tinggi.
Pengawas proyek dari PT Sinar Arengka Setia Maju (PT SASA), Imam saat dikonfirmasi terkait tuntutan warga, berjanji akan mendiskusikan dengan pimpinan perusahaan. Imam juga memastikan pihaknya siap membuat perjanjian hitam di atas putih. "Intinya kami secepatnya akan membersihkan jalan dan juga memastikan bersih setelah selesai angkutan masuk. Soal aliran air, nanti akan kami buka seperti yang diminta warga," terangnya.
Bila melanggar perjanjian, apakah pihaknya siap diadukan secara hukum? "Kami siap. Kalau melanggar, dituntut secara hukum," katanya.
Sampai kapan proyek itu akan dilaksanakan? Imam mengatakan proyek dikerjakan dari bulan September tahun 2023. "Sesuai kontrak proyek akan selesai pada bulan Agustus 2024, dengan nilai proyek sekitar Rp180 miliar," ujarnya.
Proyek akses baru menuju Bandara Syamsudin Noor ini dibangun dengan dana Inpres dengan panjang 3 kilometer. Dari Jalan Ahmad Yani km 29 Guntung Payung, langsung memotong ke dekat gerbang bandara. Jalan ini dibuat atas saran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Kementerian menilai akses jalan dari Lingkar Utara belum ideal, karena memiliki banyak tikungan.
Proyek ini menggunakan skema tahun jamak (multiyears). “Kemungkinan tahun 2024 sudah rampung,” ujar Kepala Bidang Bina Marga, Azan Syariful Muaz, beberapa bulan lalu. Anggaran yang disetujui pusat saat itu sebesar Rp160 miliar. Itu hanya untuk pembangunan fisik jalan. Belum termasuk sarana penunjang seperti lampu penerangan. “Pusat hanya membangunkan fisiknya. Begitu aksesnya sudah terbuka, pemeliharaan jalan ditangani pemprov,” jelas Azan.
Saat dikonfirmasi mengenai pemblokadean akses truk oleh warga Guntung Damar ini, Azan sama sekali tidak memberikan respons. (*)
Editor : izak-Indra Zakaria