Kotabaru terkenal sebagai kabupaten di Kalimantan Selatan yang memiliki banyak destinasi wisata menarik. Namun, ada saja faktor yang terkadang menodainya.
- Oleh: JUMAIN, Kotabaru
Tenda-tenda wisatawan berjejer di Pantai Teluk Tamiang, Kecamatan Tanjung Selayar. Pantai dengan pasir putih ini sangat ramai wisatawan menjelang akhir tahun. Tidak hanya dari Kotabaru, juga pengunjung dari luar daerah. Para wisatawan yang datang ke sini tentu sangat menikmati pantainya. Mereka rela bermalam menikmati angin laut dan suara deru ombak. Sangat cocok jadi lokasi healing alias menghilangkan kejenuhan.
Dari pusat kota di utara Pulau Laut, Pantai Teluk Tamiang justru berada di ujung paling bawah alias selatan. Berjarak 138,4 km atau ditempuh sekitar 4 jam. Kondisi jalannya ada yang beraspal dan berbatuan. Kalau dari Tanjung Serdang, setelah adanya persimpangan belok kanan dengan mengikuti jalan sekitar 90 km baru bisa sampai ke Teluk Tamiang.
Di balik keindahan pantai yang menjadi primadona di Kalsel, ada suatu hal yang menjadi sorotan. Itu tergambar saat dikunjungi pada tanggal merah, Senin (25/12) tadi.
Saking membeludaknya pengunjung, penginapan yang ada di sekitar pantai telah penuh. Melihat pengunjung yang begitu ramai, penulis sejenak merenung teringat beberapa tahun lalu, tempat wisata ini belum tersentuh kemunculan beberapa bangunan. Masih terlihat keasriannya. Bahkan, menjadi spot foto yang memanjakan mata, karena bentangan alamnya yang sangat luar biasa.
Kini banyak sekali penginapan yang dibangun. Namun, tidak beraturan. Tidak hanya soal arahnya, warnanya, sampai modelnya. Lebih menambah kekumuhan munculnya warung-warung yang ada belakangnya. Sampah juga berserakan.
Ini menimbulkan pertanyaan, apakah karena pengunjung kurang sadar terhadap kebersihan, ataukan pengelolaannya yang mesti dibenahi. Bahkan di bibir pantai juga banyak sampah yang berserakan. Tempat sampah sampai penuh, tidak segera dibuang. Ini menimbulkan bau tak sedap.
Dewi dari Banjarmasin baru pertama kali ke Teluk Tamiang. Menurutnya, pantai ini sangat bagus karena pasirnya yang putih. Air lautnya juga biru. “Sangat sayang. Pantai secantik ini masih banyak sampah dan bangunan yang tidak tertata dengan baik,” kritiknya. Deni dari Tanah Bumbu juga memberikan komentar serupa. Menurutnya, Pantai Teluk Tamiang ini luar biasa keindahannya. Hanya saja masih banyak yang perlu dibenahi, khususnya terkait sampah. (*)
Editor : izak-Indra Zakaria