Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Hulu Sungai Tengah (HST) mencatat ada lima kecamatan terdampak banjir sampai 3 Januari 2024. Lima kecamatan itu yakni: Kecamatan Pandawan, Batang Alai Timur, Batu Benawa, Haruyan, Barabai. Ditambah ada 13 Desa termasuk kelurahan.
"Rinciannya, 4 kecamatan terdampak banjir, 1 kecamatan terdampak tanah longsor. Kemudian 7 desa dan 5 kelurahan kebanjiran dan 1 desa terdampak tanah longsor," kata Kepala Pelaksana BPBD HST, Ahmad Aspandi, Kamis (4/1).
Dari data tersebut, total ada 1.307 rumah terdampak yang dihuni 1.743 kepala keluarga (KK) dan 5.007 jiwa. Sebagian rumah yang terendam ada di Desa Jaranih Kecamatan Pandawan. Meski dilanda banjir. BPBD HST belum memutuskan untuk menaikkan status menjadi tanggap darurat bencana.
"Untuk sementara belum. Hari ini (Kamis,red) personel diturunkan melakukan pemantauan lebih lanjut," ungkapnya. Selain rumah, beberapa fasilitas publik juga terdampak. Ada 9 tempat ibadah, 9 sekolah, 5 kantor, 2 pasar dan 1 Puskesmas. "Sampai saat ini tidak ada yang mengungsi. Untuk wilayah yang terdampak longsor juga sudah ditangani," tandasnya.
Tuty, seorang warga Komplek Sungai Lumbah, Desa Mandingin mengatakan jika beberapa titik ketinggian air di wilayah mencapai lutut orang dewasa. "Sudah mulai hari Rabu (3/1). Padahal rumah kami dekat dengan kolam regulasi," gerutunya. (*)
Editor : izak-Indra Zakaria