Jutaan jemaah dari berbagai wilayah tumpah ruah memadati kawasan Sekumpul Martapura dan sekitarnya, Minggu (14/1) malam. Dimulai dengan pembacaan maulid al habsyi, tahlil dan doa haul, pelaksanaan Haul Abah Guru Sekumpul ke-19 berlangsung khidmat.
Kapolres Banjar, AKBP Ifan Hariyat mengatakan jumlah bus yang terdata di 150 titik berjumlah sebanyak 601 unit. Sementara roda 4 dari 196 titik sebanyak 151.119 unit. Untuk roda 2 ada 1.294.000 unit, dan kapal kelotok ada 533 unit. “Jumlah jemaah yang hadir kurang lebih 3.320.000 orang. Kami mendapatkan data tersebut dari provider seluler yang menggunakan HP saat acara berlangsung," ungkapnya.
Kepastian haul ke-19 Abah Guru Sekumpul terjawab saat pembacaan doa penutup majelis. Sebab di akhir doa ada terdapat kalimat walidi khususan yang ditujukan kepada sohibul haul.
Hal itu sejalan dengan informasi yang ditulis oleh akun YouTube A_Raudhan_TV_Official. Di akun tersebut menuliskan judul video live streaming “Pembacaan Maulid Al-Habsyi, Tahlil & Doa Haul Abah Guru Sekumpul Di Musholla Ar-Raudhah, Sekumpul Martapura Kalimantan Selatan. Malam Senin 14-01-2024”.
Informasi itu tentu membuat jemaah senang. Sebab hajatnya untuk menghadiri haul ulama kharismatik di Kalsel tersebut sudah terlaksana. Salah satu jemaah asal Sungai Tabuk, Syaiful bersyukur kehadirannya tidak lepas dari perkiraan pelaksanaan haul. “Selain ada pembacaan doa arwah, tadi juga ada tahlil. Makanya saya yakin kalau majelis malam ini memang haul,” kata pemuda 23 tahun ini. Walaupun seandainya bukan haul, ia pasti tetap datang ke Sekumpul untuk ikut majelis rutin di Minggu malam.
Jemaah asal Kandangan, Siti Hajjar (60) juga bersyukur bisa menghadiri haul kali ini. "Tadi sudah pasti haul, karena ada tahlil dan bacaan doa haul khususan Abah Guru Sekumpul, dan diaminkan jemaah. Mudahan panjang umur, dan bisa menghadiri Haul Guru Sekumpul tahun depan lagi," ucapnya.
Jemaah asal Makassar Ayu (30) baru pertama kali menghadiri Haul Abah Guru Sekumpul. "Masya Allah luar biasa seru. Tadi jalan kaki mulai Simpang Empat Banjarbaru sampai ke Simpang Empat Sekumpul, jemaahnya sangat banyak. Kalau di Makassar tidak ada hal seperti ini," bandingnya.
Apalagi, ujar Ayu, persiapan relawan cukup baik. Para warga sekitar juga berbondong-bondong secara sukarela menyiapkan konsumsi untuk jemaah. "Jadi ini luar biasa. Semoga tahun depan masih bisa mengikuti acara seperti ini," harap Ayu.
Jemaah asal Palangka Raya Kalteng, Adam bersama rombongan sudah sampai di Sekumpul sekitar pukul 17.00 Wita. "Saya berangkat dari Palangka Raya sekitar jam 07.00, tiba di kawasan Sekumpul sekitar jam 17.00. Perjalanan dari Palangka Raya menuju Banjarmasin cenderung lancar. Namun dari Banjarmasin menuju Martapura sudah macet," katanya.
Banyak hal yang menarik diakui Adam selama di perjalanan. Seperti banyaknya rest area yang disediakan warga secara swadaya. Bahkan menyediakan makan, hingga menyajikan kopi. "Saya hanya mengeluarkan uang untuk bahan bakar saja. Hampir di semua rest area semuanya disediakan relawan sepanjang jalan A Yani," nilainya.
Satu Jemaah Wafat
Diduga terkena serangan jantung, seorang jemaah haul Sekumpul meninggal dunia, Minggu (14/1).
Diketahui bernama Burhanudin (56), warga Desa Jaya Kelapa, Samuda, Kabupaten Kotawaringin Timur, Provinsi Kalteng.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari petugas posko kesehatan, korban merupakan jemaah yang datang bersama beberapa keluarganya sejak Sabtu (13/1) tadi. Mereka menginap di salah satu penginapan gratis di Pertokoan Pasar Sekumpul (PPS).
Salah satu Relawan Emergency Banjar Respons (EBR), Hakim menceritakan pihaknya menerima laporan ada orang pingsan. "Setelah didatangi, sudah menurun kesadarannya. Langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Ratu Zalecha Martapura. Kejadiannya jam 10-an (pagi, red)," ungkap Hakim.
Tak lama setelah diperiksa, dokter rumah sakit menyatakan jemaah tersebut meninggal dunia. "Kata dokter rumah sakit, dugaannya akibat sakit jantung," tuturnya. Setelah dinyatakan meninggal dunia, Tim EBR berkoordinasi dengan pihak keluarga. Kemudian jenazah diantar ke rumah duka di Kalteng, menggunakan mobil EBR.
Wakil Direktur Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah Ratu Zalecha Martapura, drg Agus Dwi Karyanto membenarkan informasi tersebut. Menurut Agus, Burhanuddin sempat beristirahat di Rest Area PPS Sekumpul Martapura. Relawan Emergency Banjar Response (EBR) membawa ke Ratu Zalecha Martapura. Namun, dinyatakan meninggal dunia sebelum mendapat perawatan petugas medis rumah sakit.
"Kami mengimbau jemaah haul Abah Guru Sekumpul menjaga kondisi tubuh di tengah jutaan jemaah agar tetap bugar dan tidak mengalami kelelahan yang bisa menyebabkan penurunan kondisi tubuh," tutur Agus. (*)