Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Turunan Jembatan Pulau Bromo Curam, Licin dan Berbahaya

Indra Zakaria • 2024-01-26 09:29:04
CURAM: Jembatan gantung Pulau Bromo hanya bisa dilintasi motor, sepeda, dan mobil ambulans.
CURAM: Jembatan gantung Pulau Bromo hanya bisa dilintasi motor, sepeda, dan mobil ambulans.

 

Masyarakat Pulau Bromo berharap Pemko Banjarmasin bisa merombak turunan jembatan gantung yang telah menelan banyak korban itu.

    ***

BANJARMASIN - Jembatan gantung yang menghubungkan daratan Banjarmasin dan Pulau Bromo itu memiliki panjang 164 meter. Diresmikan awal Januari 2021, anggaran proyeknya mencapai Rp40 miliar.

Sejak itu, jembatan di atas Sungai Barito ini seakan tak pernah sepi masalah. Dari pencurian mur, hingga kecelakaan pemotor dan pesepeda. Sepanjang tahun 2021 sampai 2023, sudah puluhan warga yang terluka. Penyebabnya, turunan curam di sisi Pulau Bromo. 

Terakhir kali, pada 12 Juni 2023, motor matic yang ditunggangi dua pria asal Teluk Ujung Benteng meluncur bebas. Menabrak pagar jembatan, yang dibonceng terlempar dan cedera. Laporan rentetan kecelakaan itu diterima Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin.

PUPR pun menindaklanjutinya dengan mengecek ke lokasi. Kesimpulannya, turunan jembatan diklaim masih bagus. PUPR lantas menyalahkan rem blong yang menyebabkan kecelakaan tersebut.

Hasilnya, turunan itu cuma dipasangi rambu-rambu. Peringatan agar pengendara lebih berhati-hati. Diimbuhi imbauan agar pengendara rutin mengecek kondisi remnya.

Hingga Selasa (23/1) siang, persoalan curamnya turunan jembatan itu kembali mencuat. Ketika anggota Komisi III DPRD Banjarmasin, Afrizaldi reses di RT 05 dan RT 07 Pulau Bromo.

Dalam kesempatan itu, warga menyampaikan aspirasi perihal turunan jembatan yang kelewat curam. "Terlebih ketika hujan, turunannya licin. Banyak yang tergelincir dan celaka," kata kader Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

Afrizaldi berjanji akan memanggil PUPR dalam waktu dekat untuk mengevaluasi turunan jembatan tersebut. "Apakah solusinya perlu menambah jarak turunan atau seperti apa, nanti akan dibicarakan," ujarnya. "Ini permasalahan yang harus diselesaikan," tekannya. Selain itu, Afrizaldi juga menampung aspirasi perihal kelanjutan pembangunan akses titian di Pulau Bromo.

Seperti diketahui, perbaikan titian sudah rampung. Titian kayu yang dahulu compang camping telah berganti dengan titian ulin yang kokoh. 

Harapan warga, proyek itu dilanjutkan. Titiannya dicor beton, dipagar, dan dipasangi penerangan jalan umum (PJU). Afrizaldi berjanji akan meneruskan aspirasi itu kepada pemko. "Penghuni Pulau Bromo juga warga Banjarmasin. Mereka harus mendapat hak yang sama," ujarnya.

"Jangan sampai terjadi kecemburuan sosial akibat ketidakmerataan pembangunan," tutupnya.

PUPR Siap Mengevaluasi

Terpisah, Kadis PUPR Banjarmasin, Suri Sudarmadiyah mengaku siap mendengar aspirasi warga Pulau Bromo. Dia berjanji akan mengevaluasi turunan jembatan gantung tersebut.

Namun, ditekankannya, jembatan itu dibangun sesuai desain yang ada. Kalau hendak melandaikan turunannya, maka tidak semudah itu merombaknya. "Pertama ketersediaan lahan, kedua soal teknis. Nanti kami evaluasi lagi," ujarnya.

"Kami berterima kasih atas masukan masyarakat selaku pemakai jembatan. Yang pasti keamanan masyarakat akan kami perhatikan," tambahnya.

Disinggung terkait rencana peningkatan akses titian, Suri menjawab aspirasi itu sudah diusulkan.

Namun, saat ini keuangan daerah sedang bermasalah. Dan PUPR juga turut terdampak refocusing atau pergeseran anggaran. "Secara desain sebenarnya peningkatan titian itu sudah ada," tukas Suri. (*)

 
 
 
 
Editor : Indra Zakaria
#kalsel