Kalakhar BPBD Banjar, Warsita membenarkan bahwa telah terjadi banjir di Desa Rantau Nangka. "Benar banjir pagi tadi berlangsung sekitar 30 sampai 60 menit. Sekarang sudah surut," ucap Warsita.
Ada 3 RT di Desa Rantau Nangka yang terdampak banjir. Di RT 1 ketinggian air di jalan kurang lebih 50 cm. Namun, tak ada rumah yang terendam. "Di RT 2 terdapat 10 rumah yang terendam dengan jumlah 12 KK, 20 jiwa. Dengan ketinggian air di dalam rumah sekitar 50 cm," rinci Warsita.
Di RT 5, ujar Warsita, ketinggian air di jalan kurang lebih 30 cm. Di situ tidak ada rumah yang terendam. "Untuk masyarakat yang rumahnya terdampak telah dievakuasi ke tempat yang lebih tinggi seperti musala," sebut Warsita.
Pantauan ketinggian air sungai di Desa Rantau Nangka melalui Sensor Early Warning System (EWS) adalah 154,64 cm per 28 Januari 2024 pukul 13.47 Wita. Ini masih dalam kondisi normal.
Di Desa Sungai Arfat, Kecamatan Karang Intan, ketinggian air juga masih normal yaitu 246,78 cm. Untuk pantauan ketinggian air sungai melalui BWS III Kalsel yakni di Sungai Martapura (Kabupaten Banjar) masih kondisi normal yaitu 9,4 meter dengan tinggi jagaan 1,1 meter.
“Sementara keadaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Riam Kanan masuk ke Siaga 4. Sungai Riam Kiwa masih normal, dan Sungai Martapura juga masih normal," bandingnya.
Warsita mengimbau untuk waspada potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang pada siang atau sore hari di wilayah Kabupaten Banjar. (*)