Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanah Bumbu, Dwi Kesuma Putra menyebut ketinggian air mencapai satu meter. Kemudian 46 rumah terendam, 46 kepala keluarga (KK) terdampak, dan 23 KK mengungsi. “Warga mengungsi ke rumah keluarganya. Tapi, sebagian bertahan di jalan raya,” kata Dwi, Kamis (1/2).
Kepala Desa Mentewe, Hengki menyebut bahwa banjir di daerahnya telah surut. Ia bilang, video yang beredar diambil pada pagi hari saat banjir masih tinggi.
Hengki menuturkan banjir kiriman di Desa Mantewe biasanya memang hanya berlangsung sekitar satu sampai dua jam. Desa juga telah memberikan bantuan sembako kepada warga terdampak banjir. “Alhamdulillah air sudah surut. Kami juga membantu warga dengan memberikan sembako agar mereka bisa makan, karena rumah mereka basah,” ungkapnya.
Dampak Banjir
- Ketinggian air mencapai 1 meter.
- 46 rumah terendam.
- 46 KK terdampak.
- 23 KK mengungsi.
JALAN LONGSOR
Akses jalan Trans Batulicin-Kandangan terputus akibat longsor, Rabu (31/1) sekitar pukul 18.30 Wita. Longsor yang terjadi di Desa Gunung Raya, Kecamatan Mantewe itu diduga karena curah hujan tinggi.
Informasi yang dihimpun, longsor terjadi di sejumlah titik. Material longsor menutupi badan jalan. Akibatnya, arus lalu lintas dari Batulicin menuju Kandangan dan sebaliknya lumpuh total.
Saat longsor, sejumlah kendaraan terjebak di lokasi. Salah satunya pikap milik Kepala Desa Gunung Raya, Bahrudin. Beruntung tidak ada korban jiwa karena musibah tersebut.
“Pembersihan longsor dilakukan oleh alat berat dari perusahaan setempat. BPBD, TNI, Polri, dan pihak terkait lainnya juga ikut dalam proses evakuasi,” ungkap Bahrudin, Kamis (1/2). (*)
Dampak:
- Akses jalan Trans Batulicin-Kandangan terputus.
- Sejumlah kendaraan terjebak.
- Tidak ada korban jiwa.