Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Kurang Optimal, Jaring Perangkap Sampah di Sungai Martapura Bakal Diperpanjang

Indra Zakaria • Senin, 5 Februari 2024 - 21:50 WIB
GULMA DAN SAMPAH: Pampangan memenuhi badan Sungai Martapura, dipotret dari atas Jembatan Pasar Lama, Ahad (4/2). (FOTO:  ENDANG SYARIFUDDIN/RADAR BANJARMASIN)
GULMA DAN SAMPAH: Pampangan memenuhi badan Sungai Martapura, dipotret dari atas Jembatan Pasar Lama, Ahad (4/2). (FOTO:  ENDANG SYARIFUDDIN/RADAR BANJARMASIN)

 

Jaring perangkap sampah yang dipasang di Sungai Martapura untuk menghalau sampah kiriman dari hulu, nyatanya masih kurang optimal. Masih banyak sampah yang lolos, hanyut hingga menumpuk di tengah kota. 

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin berencana menambah panjang jaring perangkap sampah di kawasan Banua Anyar tersebut.

Alasannya, panjang thrashnet yang berada di PDU (Pusat Daur Ulang) Sungai Gampa di kawasan Banua Anyar itu tidak sampai ke tengah sungai. "Tahun 2024 ada rencana memperpanjang jaring perangkap eceng gondok di Sungai Gampa," ungkap Kepala Bidang Sungai PUPR Banjarmasin, Hizbul Wathony, Ahad (4/2).

Namun Thony, sapaan akrabnya, belum bisa menyebutkan besaran anggaran yang dibutuhkan. Karena baru tahap perencanaan, sehingga nilai fisiknya masih belum diketahui.

Ia berharap rencana itu bisa direalisasikan pada APBD Perubahan 2024. Jika jaring perangkap sampah itu diperpanjang, ia yakin kemunculan pampangan di perairan Banjarmasin bisa dicegah.

Pertanyaannya, apakah perpanjangan jaring itu tidak akan mengganggu lalu lintas transportasi sungai? Thony mengaku sudah menyiapkan jadwal dan sistem agar arus kelotok dan jukung di Sungai Martapura tidak terganggu.

Jaring itu tidak akan dioperasikan setiap hari. Hanya di hari-hari tertentu saja. Terutama pada musim hujan. Antara Oktober sampai Maret. Sebab pada bulan-bulan itu biasanya pampangan berdatangan dari hulu menuju hilir. "Kita bikin sistem buka tutup, tidak perlu setiap hari, karena ada moda transportasi sungai yang harus tetap dijaga agar tetap bisa beroperasi," jaminnya.  (*)

 
Editor : Indra Zakaria
#kalsel