Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

DPRD Banjarmasin Anggap Kasus DBD Sudah Gawat, Sudah Ada Korban Meninggal

Antara • Selasa, 6 Februari 2024 - 11:35 WIB

ilustrasi
ilustrasi
ilustrasi

 

Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Mathari prihatin atas makin banyaknya pasien demam berdarah dengue (DBD). Menurut dia, kondisi saat ini sudah gawat. Kasus DBD di Banjarmasin naik lebih 100 persen hanya beberapa hari pada Februari. Yakni, menjadi 17 kasus.

”Dari data yang kita lihat, kasus DBD di kota kita pada Januari ada delapan, namun baru memasuki beberapa hari bulan ini naik signifikan, bahkan lebih 100 persen,” ujar Mathari seperti dilansir dari Antara.

Baca Juga: Tiga Pasien DBD di HST Meninggal Dunia, 2 Dewasa dan Satu Bayi

Menurut dia, data itu menunjukkan kondisi kesehatan daerah karena virus dari nyamuk Aedes aegypti makin gawat. Kabar terbaru ada anak yang meninggal diduga karena DBD. ”Kita sangat prihatin dan berduka tentunya jika benar informasi itu bahwa sudah ada korban jiwa akibat DBD,” kata Mathari.

Menurut dia, semua tidak bisa terlena, khususnya pemerintah kota dalam hal ini dinas kesehatan kota untuk segera melakukan langkah nyata pencegahan. Hal itu agar tidak makin banyak lagi korban yang berjatuhan.

”Karena mohon maaf ini (Dinkes), saya tidak melihat ada gerakan nyata yang besar untuk menangani masalah DBD. Seperti ada fogging atau penyemprotan asap untuk membunuh nyamuk atau yang lain untuk memberantas sarang nyamuk,” tutur Mathari.

Padahal, lanjut dia, langkah-langkah pencegahan tersebut sangat penting. Termasuk menggerakkan lebih maksimal juru pemantau jentik (Jumantik) ke rumah-rumah warga.

”Termasuk juga melakukan sosialisasi yang intensif di seluruh lingkungan,” papar Mathari. Mathari mengatakan, seharusnya semua sudah siap. Utamanya pemkot dalam menghadapi kondisi cuaca seperti ini yang membuat kasus DBD sering naik. Sehingga, dapat dicegah ada korban hingga meninggal dunia.

Dia mengusulkan Pemkot Banjarmasin tidak hanya menggerakkan jajaran dinas kesehatan, namun juga relawan dari berbagai organisasi sosial. Hal itu untuk mencegah dan menangani masalah DBD. 

”Namun, tentunya beri perhatian bagi lelah mereka, ada insentif untuk transportasi, jangan tidak dihargai,” ucap Mathari.

Mathari pun mengimbau masyarakat agar selalu waspada. Mengikuti arahan untuk mencegah serangan nyamuk DBD. Salah satunya dengan membersihkan lingkungan dan lainnya. ”Jika ada yang mengalami gejala seperti DBD, segera bawa ke rumah sakit, jangan terlambat,” ujar Mathari. (*)

 

 
Editor : Indra Zakaria