Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Petani HSU Belajar Tanam Padi di Atas Air, Banyak Kelebihannya Lho...

M Akbar • 2024-02-29 12:50:00
KONSEP BARU: Dinas Pertanian Kabupaten Hulu Sungai Utara mengenalkan konsep padi apung pada petani di Kabupaten HSU. (Foto: M.Akbar/Radar Banjarmasin)
KONSEP BARU: Dinas Pertanian Kabupaten Hulu Sungai Utara mengenalkan konsep padi apung pada petani di Kabupaten HSU. (Foto: M.Akbar/Radar Banjarmasin)

 Petani di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan, belajar metode tanam baru yang dinamai Padi Apung. Metode ini dikenalkan oleh Dinas Pertanian HSU, karena sesuai dengan geografis daerah yang didominasi perairan. 

Padi Apung adalah konsep tanam padi di atas permukaan air, dengan menggunakan styrofoam atau gabus sebagai media tanam. Kelebihan metode ini adalah petani tidak perlu menunggu air surut untuk menanam padi, seperti metode konvensional.

“Petani dapat menanam padi di atas air. Sedikit lebih mahal dibanding metode konvensional, karena harus menyiapkan gabus pelampung. Tapi hasilnya juga bagus, bisa mencapai 600 kilogram padi per 300 styrofoam,” kata Fadil, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Amuntai Selatan, Selasa (27/2).

Menurut Noor Ilham, Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian HSU, konsep tanam Padi Apung bukan hal baru di Indonesia, tapi baru diperkenalkan di HSU. “Ini salah satu cara mengenalkan konsep tanam padi apung yang cocok dengan geografis HSU yang didominasi lahan perairan,” ujarnya, Rabu (28/2).

Lokasi pilot projek Padi Apung ada di dua kecamatan, yaitu Amuntai Selatan dan Babirik. Di Amuntai Selatan, Padi Apung ditanam di Desa Banyu Hirang, dengan bantuan Bank Indonesia wilayah Kalimantan Selatan. Di Babirik, Padi Apung ditanam di Desa Murung Panti Hulu dan Kalumpang Luar, dengan bantuan APBD Provinsi Kalimantan Selatan.

Editor : Indra Zakaria
#HSU