Dalam upaya memperkuat ketangguhan terhadap bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) telah menetapkan lima isu strategis. Kepala Pelaksana BPBD Tanbu, Sulhadi, mengungkapkan hal ini dalam forum Rancangan Awal Rencana Kerja BPBD TA 2025 yang baru saja dilaksanakan di Batulicin.
Isu pertama yang diangkat adalah peningkatan risiko bencana alam akibat penggunaan ruang yang tidak sesuai aturan. Sulhadi menekankan pentingnya perhatian serius untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.
“Kami harus memastikan bahwa penggunaan lahan di wilayah kami sesuai dengan peraturan yang ada untuk mencegah kerusakan lingkungan,” ujar Sulhadi.
Selanjutnya, BPBD Tanbu mengidentifikasi kebutuhan akan akses permukiman yang lebih sehat dan aman, terutama bagi penduduk dengan ekonomi rentan. “Ini berarti mereka harus memiliki akses yang memadai ke tempat tinggal yang aman dari risiko bencana,” tambahnya.
Kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana di masyarakat juga menjadi fokus, dengan penekanan pada peningkatan kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam menghadapi bencana. “Kami membutuhkan peran aktif dari semua pihak untuk memperkuat mitigasi dan respons terhadap bencana,” kata Sulhadi.
Isu keempat adalah efektivitas pencegahan bencana yang masih kurang. Sulhadi menyoroti perlunya koordinasi yang lebih baik antar instansi dan peningkatan kapasitas dalam merumuskan kebijakan dan program pengurangan risiko bencana.
Terakhir, Sulhadi menekankan pentingnya peningkatan anggaran dan perencanaan yang komprehensif untuk rehabilitasi rumah terdampak bencana. “Tanpa ini, pemulihan kondisi pasca-bencana akan menjadi tantangan besar,” tutupnya. (*)
Editor : Indra Zakaria