Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Biar Tidak Kumuh dan Sering Banjir, Ternyata Tidak Mudah Menata Kawasan Religi Sekumpul

Sheilla Farazela • 2024-03-21 13:07:49
Kondisi penataan kawasan Sekumpul Segmen 1 yang telah rampung pada 2022 lalu. Minggu (17/3) (Foto: Sheilla Farazella/Radar Banjarmasin)
Kondisi penataan kawasan Sekumpul Segmen 1 yang telah rampung pada 2022 lalu. Minggu (17/3) (Foto: Sheilla Farazella/Radar Banjarmasin)

Wilayah Sekumpul Martapura dulunya merupakan wilayah hutan. Lantas menjelma menjadi kawasan padat dengan banyaknya pertokoan dan lapak dagangan. Penataannya ternyata tidak gampang. 

MARTAPURA – Kian padat wilayah yang kini dikenal dengan kawasan Religi Abah Guru Sekumpul. Apalagi sepanjang tahun terus disambangi jemaah dari berbagai wilayah. Sisi kanan kiri jalan sudah dipenuhi pertokoan maupun lapak jualan. Tanpa menyisakan jalur pedestrian untuk pejalan kaki. 

Ketika hujan deras yang berlangsung lebih lama, Jalan Sekumpul sering tergenang banjir. Menyulitkan pengendara yang lalu lalang. "Sekarang sudah seperti kota, pinggir jalan banyak toko dan warung. Kadang kalau hujan deras bisa tergenang walaupun cuma sebentar. Habis itu surut lagi," ucap Rusmiji (67) yang berdomisili di RT 02 RW 03 Sekumpul.

Rusmiji sudah menempati lahan sejak lahir bersama orang tuanya di tahun 1957 silam. "Tanah ini punya kakek, tanah warisan. Orang tua dan kakek-nenek pun sudah menempati jauh sebelum tahun 1957 di sini," ucapnya.

Kai Rusmiji—sapaan akrabnya—sudah pernah mendengar informasi mengenai penataan kawasan religi Sekumpul. Bahkan juga sudah pernah didata oleh pihak terkait. Ia menunjukkan sertifikat kepemilikan tanahnya. "Kemarin itu, kalau tidak salah kena pangkas 3 meteran untuk penataan. Padahal rumah kami pun sudah sesuai dengan ukuran lahan di sertifikat,” ucapnya. 

Rusmiji menginginkan ada ganti rugi lahan. “Kasihan bagi orang yang sudah memiliki lahannya sedikit. Kemudian minta dipangkas, dan dihibahkan lagi," bandingnya. Meski begitu, Rusmiji mengakui sudah banyak warga yang setuju tanahnya dihibahkan untuk penataan kawasan religi Sekumpul. Ia pun akan mengikuti aturan. "Berharap setidaknya ada ganti rugi. Kalaupun nanti banyak yang setuju dihibahkan, kami menuruti saja. Insya Allah ikhlas menghibahkan lahan untuk penataan kawasan Sekumpul," ucapnya.

Ia menunggu penataannya. “Kita nunggu informasi dan transparansi terkait penataan Sekumpul itu," katanya.

Penataan ini melalui kolaborasi Pemkab Banjar dan proyek Pemerintah Pusat melalui Kementerian PUPR yang dibiayai dengan dana APBN. Penataan yang disebut dengan 'Sajadah Sekumpul' itu sudah dilakukan segmen 1 pada tahun 2022 lalu. Mulai dari Jalan A Yani sampai jembatan irigasi. Termasuk pembangunan gerbang yang menyatu dengan Masjid Syiarussalihin atau Masjid Pancasila.

Kelanjutan penataan segmen 2 dan segmen 3 akan dimulai dari jembatan irigasi sampai Kompleks Ar Raudhah. Dilanjutkan sampai Jalan Simpang Tiga Sekumpul Ujung. Sebelumnya digadang pekerjaan lanjutan pada tahun 2023. Namun, belum juga selesai dengan alasan lahannya belum clear and clean.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Banjar, Ikhwansyah membenarkan bahwa pihak pemerintah baik di tingkat kabupaten, provinsi maupun pusat masih berusaha melanjutkan penataan kawasan ini. "Jadi tantangan kami saat ini masih ada warga yang belum mengikhlaskan tanahnya," ujar Ikhwansyah.

Lahan warga yang terimbas itu berbeda-beda ukurannya. Ada yang hanya dipangkas sekitar setengah meter. Ada juga hampir 3 meter. 

Sedangkan terkait pembebasan lahan, tidak ada anggaran untuk ganti rugi. Pada penataan kawasan segmen 1 lalu, juga demikian. Tidak ada anggaran pembebasan lahan. “Hanya dari kesadaran masyarakat mengikhlaskan untuk penataan kawasan religi Sekumpul," sebut Ikhwansyah.

Ditarget pekerjaan selesai 2025 mendatang, Ikhwansyah menegaskan pemda siap melanjutkan penataan apabila lahan tersebut sudah clear and clean. "Saat ini masih kami lakukan pendekatan dan pemahaman kepada warga Sekumpul. Mudahan mereka semua dapat mendukung program pemerintah daerah untuk menata kawasan religi Sekumpul ini agar nyaman untuk jemaah, dan terhindar dari banjir untuk warga sekitar," tuturnya.

 

Pengamat tata kota, Akbar Rahman menyebut penataan harus tetap dengan persetujuan warga sekitar. Warga memiliki hak atas kepemilikannya, apakah mau dijual atau dihibahkan. Kecuali warga tidak dapat membuktikan hak atas kepemilikan tanahnya.

"Dalam mendapatkan persetujuan yang saling menguntungkan, perlu adanya saling pengertian kepada seluruh pihak. Komunikasi dan keterbukaan menjadi sangat penting untuk kelanjutan penataan kawasan itu," kata akademisi Fakultas Teknik (FT) ULM ini.

Akbar menekankan penataan lanjutan harus melalui sosialisasi secara terus menerus. Pemerintah harus secara gamblang menjelaskan tujuan untuk memperbaiki semua. Apalagi ini menyangkut soal genangan yang kerap terjadi.

Itu dapat mendegradasi wilayah Sekumpul dengan image yang kurang baik. Jadi, penataan menyeluruh perlu dilakukan. “Bukan hanya memperbaiki visual. Tapi, secara keteraturan dan tatanan bangunan sampai ke wilayah kotanya, pedestrian, jalan, dan drainase," rincinya.

Berhubung kepadatan kawasan Sekumpul semakin tinggi, ia menekankan jika tidak ditata sedemikian rupa maka kekumuhan tidak bisa dihindari.

Ketua Komisi 3 DPRD Banjar, Mulkan turut memberi atensi khusus untuk kelanjutan penataan Kawasan Sekumpul. "Ada destinasi wisata religi, sama seperti Kelampayan, ada makam guru Sekumpul. Juga majelis rutin mingguan, dan itu menjadi PR bagi kita semua berkaitan penataan kawasan Sekumpul itu," ucap Mulkan.

Menurutnya, komunikasi dengan stakeholder pemerintahan, organisasi, serta masyarakat di sana sangat penting. Terkait road map infrastruktur yang sudah dibuat juga harus diketahui masyarakat, khususnya stakeholder di Sekumpul itu sendiri. “Komunikasi tidak bisa selesai satu kali. Tapi, dilakukan dua arah, dan harus tetap dilanjutkan komunikasinya," ingatnya.

Terkait pengawasan, ujar Mulkan, perlu dilakukan dengan sebaik mungkin. Supaya tidak terjadi permasalahan seperti di segmen 1 sebelumnya. "Jangan sampai menjadi catatan lagi, pekerjaan proyek tidak memuaskan. Itu berdampak terhadap trauma sosial dengan kegiatan tersebut," kritiknya. 

Apabila kelak segmen 1 sampai 3 selesai, Mulkan menyebut penataan praktis dilanjutkan ke kawasan belakang di ring-ring Sekumpul lainnya. Jika mengharuskan memakai dana APBD untuk penataan, maka harus didukung. “Itu semua untuk memudahkan jemaah berziarah ke makam Abah Guru Sekumpul," tegasnya.

 

Photo
Photo
 
Kondisi penataan kawasan Sekumpul Segmen 1 yang telah rampung pada 2022 lalu. Minggu (17/3) (FOTO: SHEILLA FARAZELA/RADAR BANJARMASIN) 
 

Kepala Bidang Cipta Karya PUPR Banjar, Iwan Junaidi mengatakan bahwa kelanjutan penataan kawasan religi Sekumpul masih tahap pengusulan anggaran untuk tahun 2025. Dari segi teknis secara umum, Iwan mengungkapkan pembenahan pedestrian akan dilakukan sampai Simpang Tiga Sekumpul Ujung dengan lebar menyesuaikan dengan lahan. Jadi, berbeda dari segmen 1. 

Kemudian untuk dimensi drainase disesuaikan dengan debit air yang masuk. "Kita mengusulkan anggaran tahun 2025, untuk penataan kawasan Sekumpul segmen 2 dan 3 dengan anggarannya Rp137,8 miliar. Fokus utama kami di jalan poros Sekumpul," bebernya. Proses pengadaannya bersumber dari dana APBN. “Itu kewenangan Balai Wilayah Permukiman. Kita harapkan 2025, bisa terlaksana," katanya.

 

Penertiban Mandiri di Gang Taufik

Meski tidak masuk pada poros utama penataan segmen 2 dan 3, warga Gang Taufik atau lokasinya yang tepat bersebelahan dengan Kubah Abah Guru Sekumpul sudah melakukan penertiban mandiri, Minggu (17/3) tadi.

Salah satu pemilik rumah di Gang Taufik, Muhammad Jahrani siap memotong teras rumahnya yang melewati batas untuk melakukan penataan kawasan Sekumpul.

Sebagai anak angkat Abah Guru Sekumpul, Jahrani menegaskan sangat mendukung program pemerintah daerah terkait penataan kawasan Sekumpul untuk kenyamanan para jemaah. Menurutnya, ini sangat mulia. Apalagi ada pesan Abah Guru Sekumpul di atas tahun 1995, Gang Taufik ini merupakan jalan akses ambulans. “Karena itu, jalan di sini hendaknya diperluas. Jangan sampai jalan itu sempit, sehingga nyaman orang maupun ambulans melintas ke sini," ucap Jahrani.

Kepada pemilik toko lainnya, Jahrani turut mengimbau agar taat dan sadar jangan sampai melewati batas jalan dan mengganggu kenyamanan jemaah. "Kalau bisa kendaraan roda dua jangan diparkir sembarangan. Demi kenyamanan para peziarah yang datang jauh-jauh ke sini," pintanya.

Jahrani mengusulkan dibuatkan surat pernyataan tertulis di atas materai. Supaya generasi yang akan datang tidak mengambil lahan untuk jalan di kawasan religi Sekumpul.

Pedagang di Gang Taufik, Samsul Anwar juga setuju dengan penataan Sekumpul. "Alhamdulillah sudah kami lakukan penataan mandiri. Kalau kami tentu mengikuti arahan dari pemerintah untuk melakukan penataan, karena ini insya Allah tujuannya yang terbaik untuk kita," ucapnya.

“Kalau untuk pernyataan tertulis, Insya Allah setuju saja. Kami mengikuti," tambahnya.

 

Photo
Photo
 
Anak angkat Abah Guru Sekumpul, Muhammad Jahrani saat ditemui di Gang Taufik Sekumpul, Minggu (17/3). (FOTO: SHEILLA FARAZELA/RADAR BANJARMASIN) 
 

Ikhwansyah mengapresiasi warga Gang Taufik yang sudah sepakat melakukan penertiban mandiri dengan rentan waktu hingga pekan pertama Ramadan. Ikhwansyah meminta para pedagang, terkhusus warga di Gang Taufik, mengembalikan seperti semula lahan yang terpakai tidak sesuai peruntukannya. "Jadi tidak ada lagi pertanyaan bagaimana penataannya. Harapan kami seperti itu, mereka bisa mengembalikan lahan seperti semula," ujarnya.

Mengenai lokasi parkir kendaraan di Gang Taufik, Ikhwansyah menyebut pemerintah akan memikirkan relokasinya. "Terpenting bagaimana di Gang Taufik ini dapat tertata dengan rapi. Insya Allah, kami akan segera mempertimbangkan kelanjutan apa yang sudah ditata," janjinya.

Berdasar pantauan Radar Banjarmasin di lapangan hingga Minggu (17/3) pukul 10.35 Wita, sejumlah pedagang di Gang Taufik sudah menertibkan lahannya masing-masing. Ini sesuai dengan kesepakatan bersama sebelumnya. (*) 

Penataan Kelanjutan Sekumpul

- Segmen 1: Jalan A Yani sampai jembatan irigasi. Termasuk pembangunan gerbang yang menyatu dengan Masjid Syiarussalihin atau Masjid Pancasila. Penataan sepanjang 425 meter.

- Segmen 2: Dari jembatan irigasi sampai Kompleks Ar Raudhah. Dilanjutkan segmen 3 sampai Jalan Simpang Tiga Sekumpul Ujung.

Perencanaan penataan sepanjang 1.800 meter dengan lebar eksisting jalan 12 meter. Sementara lebar drainase disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

Dana yang Digelontorkan :

- Segmen 1 menggunakan APBN tahun 2021. Pada 13 September 2022 lalu, Proyek Revitalisasi Penataan Kawasan Sekumpul Segmen 1 dilaksanakan oleh PT Cahaya Sriwijaya selaku kontraktor proyek, dan sudah dilakukan FHO dengan nilai kontrak Rp32,12 miliar.

- Segmen 2 dan 3 progresnya masih tahap pengusulan anggaran menggunakan APBN tahun 2025 sebesar Rp137,8 miliar.

Sudah Dikerjakan:

- Segmen 1: Melingkupi Jalan Lingkungan, Gerbang Kawasan, Pedestrian, Drainase, dan Street Furniture, serta Pekerjaan Ruang Terbuka Publik. Pemeliharaan segmen 1 di tahun 2024 dengan anggaran Rp100 juta.

- Segmen 2 dan 3: Cipta Karya PUPR Banjar mengklaim persiapan DED (Detail Engineering Design) dan UKL-UPL kelanjutan penataan Kawasan Sekumpul sudah dirampungkan. Kemudian untuk bukti kepemilikan tanah sudah mencapai 90 persen. Terkait lahan yang masih menjadi hambatan berstatus dalam proses oleh pihak Balai Pertanahan.

Editor : Indra Zakaria