Dalam perjalanan waktu, masjid ini sudah beberapa kali dilakukan renovasi baik total dan kecil. Masjid ini bertabur marmer baik lantai dan dinding masjid. Semakin menambah simbol bahwa masjid ini memang masjid utama di Kabupaten HSU.
Menarik pada masjid yang bernuansa arabian dan keempat menara masjid memadukan ukiran khas Banjar. Masjid ini juga memiliki koleksi Al-Qur'an besar yang tersimpan aman di dalam lemari kaca. Bagi yang penasaran silahkan berkunjung ke masjid ini yang terbuka umum 24 jam.
Masjid Jami Pandulangan
Masjid Jami Pandulangan terletak di Desa Pandulangan, Kecamatan Sungai Pandan. Jaraknya kurang lebih 10 kilometer dari pusat pemerintahan Kabupaten Hulu Sungai Utara. Lokasi berada di tepi anak Sungai Negara yang mengalir ke Sungai Barito.
Masjid ini punya ciri arsitektur perpaduan antara rumah khas Banjar dan perpaduan timur tengah. Warnanya lebih didominasi warna krem yang semakin menambah kesan klasik pada masjid yang diperkirakan berdiri pada tahun 1878 Masehi. Masjid ini juga menjadi cagar budaya dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Menarik di masjid ini terdapat makam Syekh Muhammad atau cucu dari Syekh Muhammad Al Banjari.
Dan Syekh Muhammad, Datu dari Tuan Guru Bakhiet yang memimpin salah satu majelis besar di Provinsi Kalsel. Karena keberadaan makam ulama, tak heran masjid ini menjadi lokasi pelancong untuk wisata religi.
Masjid Jami Sungai Banar
Masjid Jami Sungai Banar terletak di Desa Jarang Kuantan, Kecamatan Amuntai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Utara. Masjid tua ini konon dibangun tahun 1804 Masehi. Lokasinya berada persis di tepi Sungai Nagara.