"Media massa kami harap turut mengambil peran dalam publikasi agar masyarakat memahami agar puncaknya Geopark Meratus bisa diakui dunia internasional," tambah Kepala Dinas ESDM Kalsel, Isharwanto.
Di sisi lain, Pemprov Kalsel juga sudah menggelontor anggaran miliaran rupiah untuk sarana dan prasarana/fasilitas, visibilitas, aksesibilitas dan peningkatan kapasitas masyarakat dalam rangka pengembangan situs-situs Geopark Meratus.
Seperti membangun gedung pusat informasi Geopark Meratus, gedung dan ruang informasi Pendulangan Intan Pumpung Cempaka, pemasangan rambu di kawasan geopark, media informasi kawasan dan situs geopark. "Termasuk revitalisasi toilet, geopark corner di 6 kabupaten/kota, dermaga Pulau Sewangi, gazebo situs konservasi Bekantan Curiak dan lainnya," katanya.
Di tempat sama, Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Kalsel, Yulianti Erlinah menyampaikan, pada 2024 ini pihaknya akan membangun interior ruang kedatangan Bandara Syamsudin Noor.
Anggaran yang digelontorkan sebesar Rp 1,5 miliar. "Pembangunan interior ruang kedatangan bandara itu sebagai pintu gerbang masuk Geopark Meratus bagi tamu dari luar," timpal Yuli.
Dinas Pariwisata Kalsel juga tak lepas tangan. Pihaknya telah melakukan sosialisasi dan memberikan pelatihan sadar wisata kepada masyarakat sekitar geosite geopark. "Hal ini sangat perlu untuk mereka juga turut andil dalam pengembangan Geopark Meratus," tukas Faisal, Kabid Industri Kelembagaan Pariwisata (IKP) Dinas Pariwisata Kalsel.
"Jika sudah diakui, maka masyarakat sekitar juga akan merasakan dampaknya. Seperti UMKM dan lainnya," pungkas Faisal. (*)