Kasus Meninggal Bertambah, Pemkot Banjarmasin Waspada DBD
Indra Zakaria• 2024-04-15 10:00:00
ilustrasi fogging
Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), masih menetapkan waspada Demam Berdarah Dengue (DBD) hingga April. Sebab, jumlah kasus bertambah bahkan ada yang meninggal dunia. ”Bulan ini (April) ada satu lagi yang meninggal dunia karena DBD,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin Tabiun Huda seperti dilansir dari Antara di Banjarmasin, Minggu (14/4).
Menurut dia, total kasus meninggal dunia karena penyakit dari virus nyamuk Aedes aegypti itu menjadi tiga orang. Angka tersebut dilaporkan sejak Januari hingga April.
Untuk kasus DBD yang terdeteksi karena dirawat di rumah sakit sampai saat ini, kata Tabiun Huda, jumlahnya sebanyak 41 orang. ”Hampir semua dirawat di rumah sakit,” tutur dia. Tabiun Huda mengatakan, harus terus mewaspadai peningkatan kasus DBD. Sebab, kondisi cuaca yang membuat perkembangan pesat nyamuk DBD.
”Ini karena cuaca yang berganti, nanti hujan, nanti panas. Itu penyebab peningkatan kembang biak nyamuk,” kata Tabiun.
Karena itu, lanjut dia, sangat penting kesadaran masyarakat untuk bersama-sama membersihkan lingkungan tempat tinggal masing-masing. Yang pasti, terapkan 3M plus yaitu menguras, menutup dan memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas, dan mencegah gigitan nyamuk dengan penggunaan cairan anti nyamuk, memberantas jentik dengan larvasida di genangan air, serta menanam tanaman pengusir nyamuk.
”Yang bisa menghindari DBD adalah kita sendiri,” ujar Tabiun. (*)