Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Gawat..!! Sapi Pengidap Brucellosis Masuk Kalsel, Bisa Menular ke Manusia

M Fadlan Zakiri • Jumat, 17 Mei 2024 - 16:21 WIB
DIPOTONG: Sapi asal Bima, NTB yang positif mengidap Brucellosis dipotong paksa oleh petugas Balai Karantina Kalsel. (FOTO: BALAI KARANTINA KALSEL)
DIPOTONG: Sapi asal Bima, NTB yang positif mengidap Brucellosis dipotong paksa oleh petugas Balai Karantina Kalsel. (FOTO: BALAI KARANTINA KALSEL)

 

 Tiga ekor sapi harus dipotong paksa oleh petugas Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Kalsel, karena dinyatakan positif Brucellosis. Pemotongan paksa itu dilakukan berdasarkan hasil uji complement fixation test (CFT) di Balai Veteriner (BVet) Banjarbaru.

Kepala BKHIT Kalsel, Sudirman mengatakan, sapi yang dipotong itu merupakan sampel yang diambil dari 132 ekor sapi bibit asal Bima, Nusa Tenggara Barat yang dikirim ke Kalsel. “Sapi-sapi itu masuk ke Pelabuhan Basirih, Banjarmasin dengan tujuan akhir Kabupaten Tabalong,” katanya, Kamis (16/5) siang. 

Di Pelabuhan Basirih itu, kata Sudirman, seluruh sapi yang masuk dilakukan pemeriksaan oleh petugas. Mulai dari dokumen hingga pemeriksaan fisik.

Selanjutnya sapi bibit tersebut menjalani masa karantina di Instalasi Karantina Hewan BKHIT Kalsel, untuk dilakukan pengamatan dan pemeriksaan lebih lanjut. “Dari 132 sampel yang diujikan menggunakan metode rose bengal test (RBT), 8 ekor diantaranya terindikasi positif Brucellosis,” ujar Sudirman.

Berdasarkan pedoman, untuk memastikan diagnosa, kedelapan sampel tersebut kemudian dikirimkan ke laboratorium rujukan yang terakreditasi yaitu Balai Veteriner (BVet) Banjarbaru untuk dilakukan pengujian menggunakan metode CFT. “Hasilnya ada tiga sapi yang menunjukkan hasil positif (Brucellosis),” bebernya.

Alhasil, ketiga sapi tersebut harus ditahan dan dimusnahkan, dengan cara dipotong paksa untuk mencegah risiko penyebaran penyakit Brucellosis pada hewan ternak di Kalimantan Selatan.

Bukan tanpa alasan pemotongan paksa itu dilakukan. Brucellosis yang disebabkan oleh bakteri Brucella abortus ini merupakan penyakit zoonosis, yang berarti dapat ditularkan dari hewan ke manusia. “Jika tidak ditangani dengan baik, penyakit ini bisa berdampak negatif pada kesehatan hewan dan masyarakat,” terang Sudirman.

Pada sapi, penyakit ini dapat mengakibatkan terjadinya keguguran (abortus), pedet lahir mati (stillbirth) atau lahir lemah, jarak beranak lebih lama (calving interval), dan penurunan produksi susu.

Sementara pada manusia dapat menyebabkan demam, sakit kepala, lemah dan nyeri sendi. “Hama dan penyakit hewan seperti Brucellosis ini bisa menyebar dengan cepat, terlebih lagi saat ini sudah mendekati hari raya kurban atau Iduladha,” pungkasnya. (*)

 Tentang Brucellosis

- Penyakit menular dari hewan ke manusia (zoonosis).

 

- Bisa masuk melalui mata, kulit, selaput lendir, saluran pernapasan, dan saluran pencernaan, kemudian bertahan hidup di dalam sel-sel tubuh.

- Pada sapi, dapat mengakibatkan keguguran (abortus), pedet lahir mati (stillbirth) atau lahir lemah, jarak beranak lebih lama (calving interval), dan penurunan produksi susu.

- Pada manusia dapat menyebabkan demam, sakit kepala, lemah dan nyeri sendi.

 
 
Editor : Indra Zakaria