Kantor Kemenag Kabupaten Banjar juga terpaksa menunda kalibrasi arah kiblat ini. Saat itu baru saja turun hujan. Padahal Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Banjar, Muhammad Rofi'i dan tim sudah bersiap mengukur di halaman Kantor Kemenag dan pedestrian di Sekumpul untuk dijadikan acuan jemaah haul ketika salat.
"Sejatinya hari ini, warga di Kabupaten Banjar diminta sebanyak 3.000 orang untuk ikut Rashdul Kiblat. Namun hari ini, rata-rata terkendala awan yang menutup matahari," kata Rofi'i.
Tim Kantor Kemenag Banjar sudah menyiapkan alat ukur sudut Mizwala. Berhubung ada kendala tertutup awan, mereka hanya mengambil momen foto dan melaporkan ke Dirjen Binmas RI.
Meski demikian, Rofi'i menyebut pihaknya akan mencoba melakukan Rashdul Kiblat selanjutnya. "Nanti bisa dicoba lagi pada bulan depan, di bulan Juni. Sebab matahari tepat di atas Kakbah ini terjadi dua kali dalam setahun, yakni di Mei dan Juni," jelasnya.
Tenaga Ahli Staf Bimas Kantor Kemenag Banjar sekaligus dosen ilmu falak Institut Agama Islam Martapura, Ahmad Zabidi menambahkan kalibrasi ini sangat penting dan perlu kehati-hatian. Kiblat salah satu derajat saja akan melenceng jauh seratus kilometer lebih.
Ditanya soal arah kiblat di Masjid Al Karomah Martapura, Zabidi memastikan sudah sesuai arah kiblat, dan safnya pun sudah sesuai.
Pengukuran arah kiblat di Musala Al-Ikhlas yang berada di lingkungan Kantor Kemenag Hulu Sungai Selatan (HSS) juga dibatalkan. Cuaca sedang gerimis.
Kasi Bimas Islam Kantor Kemenag HSS, Ahmad Rahmadi mengatakan pembatalan itu berlaku di masjid, musala atau langgar di seluruh HSS.
Sebelumnya, arah kiblat di HSS berada di 292 derajat arah matahari terbenam. Ahmad tidak bisa memastikan apakah masjid dan musala atau langgar di Kabupaten HSS akan ada berubah arah kiblatnya. “Apabila ada perubahan diserahkan ke pengurus masjid masing-masing,” tegasnya.
Syarat Rashdul Kiblat
- Fenomena peristiwa matahari di atas Kakbah, Istiwa A'zam atau Rashdul Kiblat, terjadi pada tanggal 27 Mei 2024.
- Waktu untuk menentukan arah kiblat adalah pukul 17.17–17.20 Wita. Waktu ini disesuaikan dengan tanggal 27 Mei setiap tahun tepat jam 12 waktu Arab Saudi. Pada momen ini, ulama falak dan negara-negara Islam sepakat bahwa matahari tepat berada di atas Kakbah.
- Margin error hanya 2 menit. Lewat dari itu dianggap kurang afdal.